Hari ini kita akan belajar tentang indahnya kesatuan, terutama di dalam pernikahan sebagai keluarga-keluarga Kristen.
Mazmur 133 : 1 - 3
Persaudaraan yang rukun
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun ! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Latar belakang atau konteks ayat di atas diperkirakan ditulis pada masa pemerintahan raja Daud setelah ia berhasil mempersatukan kembali suku-suku Israel yang sebelumnya terpecah-belah. Apa arti dan tujuan dari firman tersebut bagi umat Israel, maupun kita, terutama dalam konteks keluarga :
• Menggambarkan indahnya hidup dalam kesatuan.
• Menekankan pentingnya hidup di dalam kesatuan.
• Mendorong umat Allah untuk hidup dengan kesatuan.
Poin-poin penting apa saja yang mesti kita mengerti :
1. Pertama : Kesatuan dalam pernikahan adalah anugerah dari Tuhan, sebab merupakan dua pihak yang memiliki banyak perbedaan, namun mau bersatu, saling bersikap sabar, menunjukkan sikap lemah lembut, serta saling mengampuni, mendoakan, dan mendukung.
2. Kedua : Kesatuan akan mendatangkan berkat yang dari Tuhan di dalam berbagai aspek kehidupan, jadi bukan sekedar hal finansial, melainkan juga sukacita, damai sejahtera, serta hal-hal yang baik untuk semua anggota keluarga ataupun masing-masing pribadi.
3. Ketiga : Kesatuan menghasilkan kehidupan supaya dapat sama-sama mengutamakan kepentingan pasangan kita lebih daripada kepentingan diri sendiri, dan mau mempelajari apa saja yang sebaiknya dilakukan bagi pasangan, yakni suami maupun istri kita.
Implementasi kesatuan dalam pernikahan sebagai keluarga Kristen :
• Berdoa bersama untuk membangun kesatuan melalui mezbah keluarga.
• Bertumbuh bersama secara rohani di dalam iman kepada Kristus.
• Bangun dan bina komunikasi yang sehat berlandaskan kasih.
Marilah, kita sebagai suami-istri di dalam berumahtangga mau berkomitmen untuk membangun serta menikmati keindahan kesatuan dalam pernikahan kita melalui kasih dan anugerah Tuhan. Igatlah senantiasa bahwa :
• Kesatuan merupakan anugerah dari Tuhan.
• Kesatuan akan membawa berkat yang melimpah.
• Kesatuan menghasilkan kehidupan jasmani maupun rohani yang sehat dan sejati.
Kiranya, Tuhan Yesus menolong, memampukan, dan memberkati setiap keluarga kita dengan kesatuan yang indah dan harmonis, sehingga mendatangkan kemuliaan bagi Dia, menjadi teladan serta berkat bagi banyak orang maupun keluarga-keluarga yang lainnya.
Tuhan Yesus Memberkati