Hari-hari ini tantangan pernikahan itu semakin berat. Apakah tantangan dalam pernikahan ? Tantangan pernikahan menjadi berat saat menghadapi perbedaan, sehinggan terjadi konflik. Saat konflik terjadi berulang-ulang, maka menimbulkan luka yang dalam.
Kolose 3 : 18 - 21
Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Pemicu luka Suami-Istri :
1. Istri tidak tunduk kepada suami.
(ayat 18)
Tunduk selama suami tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Ingatlah kekristenan adalah tentang mengenal Tuhan. Alkitab berkata orang yang mengenal firman Tuhan, akan taat kepada Tuhan.
2. Suami kasar kepada Istri.
(ayat 19)
Saat suami melukai istri, maka tidak cukup dengan perkataan maaf saja. Namun butuh waktu yang panjang untuk pulih, karena istri butuh melihat perubahan, ada pertobatan dalam kehidupan suami.
Pemicu luka orang tua-anak :
1. Anak tidak mau taat kepada orang tua
(ayat 20)
Saat orang tua (suami-istri) mengalami luka, akan melukai anak-anak juga.
2. Bapak menyakiti hati anak
(ayat 21)
Bapak di dunia ini melambangkan Allah. Dengan begitu berhati-hatilah dalam bersikap terhadap anak agar tidak melukai mereka.
Dampak luka hati di dalam keluarga, yaitu :
• Komunikasi suami, istri, anak, hancur
• Timbul kebencian dan dendam
• Tumbuh akar pahit
• Hubungan dengan Tuhan hancur
• Hati menjadi keras
• Terjadi perceraian
Menyembuhkan luka-luka keluarga, dengan :
Yakobus 5 : 16
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
1. Saling mengakui dosa
2. Saling mendoakan
3. Saling mengampuni
Matius 6 : 14 - 15
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Kesimpulan :
• Luka hati dalam keluarga adalah celah iblis menghancurkan keluarga kita.
• Suami-istri yang terluka sangat berpotensi untuk saling melukai dan luka-luka orang tua akan diturunkan kepada anak-anak dangan melukai hati mereka.
• Mari jaga dan pulihkan keluarga kita dengan saling mengaku dosa, saling mendoakan, dan saling mengampuni; untuk sembuh dari setiap luka hati yang ada di dalam keluarga kita.
Tuhan Yesus Memberkati