Di tengah masa penuaian, mungkin terlihat seperti biasa saja. Tetapi sebenarnya ada hal-hal yang harus kita waspadai. Salah satunya adalah tentang kelemahan iman. Ketika situasi itu datang, apakah kita kita mengatasinya ?
Raja Yosafat yang sangat mengasihi Tuhan dan rakyatnya, suatu saat ini berkeliling dan mendatangi rakyatnya hanya untuk mengingatkan mereka agar kembali kepada Tuhan. Suatu saat, ia mendapatkan informasi bahwa bangsanya sedang diserang, maka takutlah ia.
Ketika seorang raja merasa takut, bagaimana dengan rakyatnya ? Tetapi raja Yosafat berkata kepada rakyatnya untuk berpuasa dan berkumpul mencari Tuhan. Dihadapan rakyatnya, Yosafat berdoa dan berseru kepada Tuhan.
2 Tawarikh 20 : 1 - 4Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat : Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar, yakni En-Gedi. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.
2 Tawarikh 20 : 12Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka ? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.
Dua hal utama yang dilakukan raja Yosafat saat menghadapi himpitan dan ancaman :
1. Mencari Tuhan
Raja Yosafat berusaha bertemu dan terhubung dengan Tuhan. Ia mengajak rakyatnya untuk berpuasa dan berdoa bersama-sama. Ada rasa keinginan untuk mengetahui rencana Tuhan.
2. Mata yang tertuju kepada Tuhan
Fokus hanya kepada Tuhan.
Raja Yosafat tidak terburu-buru memperbanyak sekutu atau sibuk menyusun rencana, tetapi ia bersabar dalam menantikan Tuhan untuk bertindak.
Keadaan memang tidak semakin baik, tetapi karena kita disertai Tuhan, maka kita akan sanggup melewati masa-masa sukar. Tidaklah mudah, ketika kita sedang merasa terancam lalu kita mencari Tuhan. Seringkali kita sibuk mencari bantuan dari orang lain. Kita berpegang kepada hal-hal dunia.
Tuhan mendengar seruan Raja Yosafat, karena Tuhan dekat dengan orang-orang yang mencari dan mengandalkan-Nya.
Mengapa kita harus mengandalkan Tuhan ? Salah satunya adalah agar kekhawatiran kita hilang dan saat itulah kita tahu apa yang akan Tuhan perbuat saat menolong kita.
Mazmur 34 : 18 - 19TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.
Filipi 4 : 6 - 7Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Tuhan Yesus Memberkati