Kita sudah memasuki penghujung tahun 2019. Dalam sepanjang tahun 2019 banyak permasalahan yang telah kita hadapi, dan harapan kita adalah di akhir tahun ini juga pergumulan kita dapat diselesaikan. Tetapi melalui permasalahan dan pergumulan hidup kita, Tuhan mengajarkan kepada kita untuk dapat memiliki Kualitas Rohani yang baik. Pengajaran Yesus dalam alkitab tentang Kualitas Rohani dapat kita pelajari dari Injil Matius, Markus dan Lukas. Ketiga injil tersebut disebut dengan Injil Sinopsis.
Pengajaran tentang Kualitas Rohani dari injil Markus 4 : 35-41.
1. Mrk. 4:35-37 : Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Murid-murid yang sudah mengikut Yesus dalam waktu yang lama, dan sering melihat Yesus melakukan mujizat, tidak menjamin murid-murid tidak mengalami permasalahan dan pergumulan. Ikut Tuhan sering kali badai yang kita hadapi lebih kuat dari pada orang dunia, tetapi kita harus tetap tenang dan percaya bahwa Tuhan tetap akan menolong kita tepat pada waktu-Nya.
2. Mrk. 4:38 : Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?". Yesus sedang tertidur saat Taufan mengamuk, dari sini kita diajarkan untuk tetap tenang walau sedang ada badai dalam hidup ini. Terkadang untuk melihat kualitas Rohani seseorang, Tuhan mengijinkan badai terjadi dalam kehidupan kita, karena apa yang telah di ijinkan oleh Tuhan terjadi, Tuhan telah menyiapkan jalan keluarnya. Oleh sebab itu saat mengalami badai, kita jangan mengucapkan perkataan negatif, tetapi sebaliknya, kita harus tetap memperkatakan hal yang positif. Jangan pernah merasa dan berkata Tuhan Yesus tidak peduli dengan pergumulan kita, karena Tuhan sangat peduli dengan hidup kita.
3. Mrk. 4:39 : Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Yesus tidak hanya menghardik Angin, tetapi juga menghardik danau, jika Yesus hanya menghardik angin, maka danau masih bisa bergelora, begitu juga sebaliknya. Ini artinya, saat Tuhan Yesus menyelesaikan pergumulan hidup kita tidak akan setengah-setengah, tetapi pasti sampai tuntas. Karena Tuhan pasti melakukan sesuatu yang besar bagi hidup kita.
4. Mrk. 4:40-41 : Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?" Selama murid-murid mengikuti Yesus, murid-murid sudah mengalami dan melihat Mujizat yang Yesus lakukan, namun murid-murid masih mempertanyakan "Orang apakah Dia ini.?". Terkadang saat kita mengalami pergumulan hidup, sering muncul keraguan akan pertolongan Tuhan, dan diikuti dengan perkataan yang negatif.
Jangan menganggap Tuhan tidak mengetahui permasalahan yang kita alami, tetapi Tuhan lebih mengetahui setiap pergumulan dan masalah yang kita hadapi. Oleh sebab itu jangan pernah kita mengucapkan perkataan yang negatif selama kita melewati pergumulan, tetapi tetaplah percaya bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan-Nya tepat pada waktu-Nya, karena Dia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita. Amin.!