Banyak orang mengalami kesulitan dalam menjalani hidup; disebabkan oleh permasalahan hidup, tantangan, himpitan dan tekanan terus menerus dari berbagai aspek yang menguras banyak energi. Hal ini berdampak pada keletihan mental, emosi, bahkan iman sampai pada titik hilangnya pengharapan serta sukacita dalam hidup.
Yesaya 40 : 30 - 31
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Menatikan Tuhan (Menantikan, Ibr: : קָוָה - q¹wâ), artinya menunggu, mencari, berharap. Yang kita nantikan bukan pertolongan-Nya, berkat-Nya tapi pribadi-Nya, Tuhan sendiri.
Mazmur 42 : 4, 11
Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang kepadaku : Di mana Allahmu ? Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari : Di mana Allahmu ?
Mazmur bani Korah ditulis dalam situasi yang sulit, di tengah kondisi ditekan, diejek dan dihina Di mana Allahmu ?Sebagai umat Tuhan mereka dibuang ke Babel akibat dosa mereka. Dalam situasi seperti ini, mereka merindukan rumah Tuhan, rindu hadirat Tuhan, rindu melayani Tuhan.
Mazmur 42 : 3, 10
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah ? Aku berkata kepada Allah, gunung batuku : Mengapa Engkau melupakan aku ? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh ?
Bagaimana Menantikan Tuhan ?
1. Mengingat Kebaikan Tuhan
Mazmur 42 : 5
inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan
Dalam kondisi menantikan Tuhan, ingatlah segala kebaikan Tuhan yang telah kita terima, alami sepanjang hidup kita. Jangan memikirkan perkara buruk, keadaan negatif yang sedang kita alami. Hitunglah berkat, kebaikan, pertolongan, serta apa yang ada pada kita saat ini.
2. Berharap Kepada Tuhan
Mazmur 42 : 6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku ? Berharaplah kepada Allah ! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku !
Ketika kita menghitung kebaikan Tuhan, maka akan tumbuh pengharapan. Selalu ada pertolongan dari Tuhan. Bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita tergelatak, dan tidak untuk selamanya dibiarkannya kita dalam kesesakan. Ia segera menolong kita ketika kita terus berharap kepada-Nya.
3. Bersyukur Kepada Tuhan
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku ? Berharaplah kepada Allah ! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku !
Pengharapan kita pada Tuhan mendorong kita untuk bersyukur dan bersyukur lagi sebab Ia baik dan menyanyikan mazmur pujian bagi-Nya.
Ibrani 13:15
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
Dalam kondisi tertekan dan hati terasa berat, teruslah nantikan Tuhan, Berharap dan Bersyukur kepada-Nya.
Mazmur 42 : 6, 12; 43 : 5
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku ? Berharaplah kepada Allah ! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku !
Bagaimana menantikan Tuhan ?
1. Mengingat kebaikan Tuhan
2. Berharap kepada Tuhan
3. Bersyukur kepada Tuhan
Tuhan Yesus Memberkati