Sebelum tugas Musa berakhir, ada dua calon pengganti, yaitu Yosua dan Kaleb. Mereka bersama dengan Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, masuk ke padang gurun, sebelum sampai di Tanah Perjanjian. Mereka memiliki iman yang teguh. Namun, Allah memilih Yosua, bukan Kaleb untuk menggantikan Musa meminpin Israel. Bagaimana dengan Kaleb yang tidak terpilih ? Kaleb tidak iri hati dan tidak merasa ditinggalkan. Justru Kaleb tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan berinteritas. Apakah yang dilakukan Kaleb saat ia tidak terpilih ? Kita akan membaca kisahnya dalam Yosua 14.
Kaleb mendapat Hebron
Yosua 14 : 6 - 14
Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya : Engkau tahu firman yang diucapkan Tuhan kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea. Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba Tuhan itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya. Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti Tuhan, Allahku, dengan sepenuh hati. Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti Tuhan, Allahku, dengan sepenuh hati. Jadi sekarang, sesungguhnya Tuhan telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan Tuhan firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan Tuhan pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin Tuhan menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan Tuhan. Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti Tuhan, Allah Israel, dengan sepenuh hati
Kaleb tidak dipilih :
1. Tetap penuh semangat (ayat 14). semangat sama artinya dengan kemauan yang kuat untuk terus bekerja dan berjuang.
Mengapa semangat itu penting ?
• Dapat memberi kekuatan untuk bertahan dan berjuang
• Memberi ide-ide baru, ada inovasi, dan memberi pengharapan
• Menjadikan segala sesuatu selalu ada
Roma 12 : 11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Semangat adalah kendaran menuju mujizat.
2. Tetap setia (ayat 8)
Yakobus 1 : 12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Dunia menghargai kesuksesan jangka pendek, tetapi Allah menghargai kesetiaan jangka panjang.
3. Tetap berjia besar (ayat 6)
Yesaya 55 : 8
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.
Kalau belum dipilih, percayalah Dia sedang menangani masalah kita menurut cara-Nya.
4. Sepenuh hati (ayat 8-9)
Kaleb memang tidak dipilih, tapi ada berkat lain yang menanti, yaitu :
• Menikmati hidup (ayat 10-11)
• Menerima berkat jasmani (ayat 13-14)
Ulangan 1 : 36
Kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti Tuhan.
Kalau bukan saya saat ini, disaat bersamaan ada berkat lain buat saya.
Tuhan Yesus Memberkati