Setiap hari kita diperhadapkan kepada sesuatu yang namanya kesempatan. Kita bisa mengambil kesempatan itu. Namun, kita harus berhati-hati dan waspada terhadap kesempatan itu. Kita akan belajar dari peristiwa ketika dalam pelariannya Daud punya kesempatan membunuh Saul, namun tidak dilakukannya.
1. Tidak semua kesempatan itu berasal dari Tuhan.
1 Samuel 24 : 4
Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.
Di mata manusia kesempatan Daud untuk membunuh Saul itu sempurna :
• Tidak ada penjagaan
• Musuh datang sendiri
• Dapat dieksekusi kapanpun
Tidak semua kesempatan itu datang dari Tuhan, bisa jadi itu ujian dari Tuhan.
1. Takut akan Tuhan lebih dari segalanya.
1 Samuel 24 : 5 - 6
Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud : Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
Pengertian dan pengenalan yang benar akan Tuhan berbuah tindakan yang benar. Daud mendengar suara Tuhan karena ia dekat dengan Tuhan.
1. Daud percaya kepada waktu dan cara Tuhan bekerja.
1 Samuel 24 : 11
Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.
Daud tahu bahwa dia akan jadi raja, tapi Daud memilih taat ikuti jalan Tuhan, bukan jalan dia.
Dari sini kita belajar bahwa jalan berliku itu Tuhan ijinkan terjadi agar kita tetap percaya kepada-Nya, sebab Tuhan sediakan yang terbaik di depan sana. Yang diminta Tuhan dari kita adalah taat kepada-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati