Hari-hari yang kita lalui diperhadapkan dengan berbagai keputusan-keputusan, baik keputusan kecil maupun keputusan besar. Colombia researcher mengungkapkan. Bahwa minimal ada 70 keputusan yang kita ambil dalam sehari. Keputusanmu hari ini menentukan akan masa depanmu dan kondisimu; saat ini adalah hasil keputusanmu di masa lalu. Berikut contoh keputusan yang diambil memberi dampak besar sampai sekarang ini.
Kejadian 16 : 1 - 2
Adapun Sarai, istri Abram itu tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram : Engkau tau, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak. Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
1. Jangan mengambil keputusan saat hati dikuasai emosi.
2. Jangan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.
3. Jangan mengambil keputusan karena keinginan daging.
Bagaimana kita mengambil keputusan yang benar ?
1. Minta Hikmat Tuhan Sebelum Kita Mengambil Keputusan.
1 Raja-Raja 3 : 9 - 10
Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini ? Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
Hati yang paham terhadap perkara adalah hikmat. Apa yang diminta Salomo tidak dapat dibeli dengan kekayaan atau apa pun yang ada di dunia. Hikmat datang dari Tuhan dan itu adalah karunia, pemberian kepada setiap orang yang meminta kepada-Nya.
2. Pilih yang baik dan benar.
Amsal 2 : 20
Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.
Baik dan benar artinya, bertindak sesuai standar moral Allah (kasih, kudus, adil) dan dalam kesetiaan.
3. Pilih taat akan Firman Tuhan.
Amsal 3 : 5 - 6
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Memilih apa yang baik dan benar harus dilakukan dalam ketaatan penuh di hadapan Tuhan.
4. Pilih menjaga hati dan perkataanmu.
Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Hati yang penuh kebencian, akan mengeluarkan hal-hal yang negatif dan penuh dengan kepahitan. Hal ini merusak diri sendiri dan berdampak buruk dalam hubungan dengan orang lain di sekitarnya.
Amsal 18 : 21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Jaga perkataan kita ! Apa yang kita keluarkan akan kembali kepada kita sendiri. Untuk itu, kuasai emosi kita dan jangan biarkan situasi di sekitar kita menguasai diri kita. Kiranya kata-kata berkat saja yang keluar dari mulut kita bukan kata-kata kutuk sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Tuhan Yesus Memberkati