Seringkali kita mengalami hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi kita, padahal sudah ikut Tuhan dan melayani dengan komitmen yang luar biasa. Mengapa kita tidak dapat mencapai apa yang kita harapkan ? Tuhan kadang mengijinkan kita mengalami kegagalan atau mengalami hal-hal yang tidak kita harapkan dalam hidup ini. Mengapa itu terjadi ? Mari, kita bahas kegagalan ditengah kemenangan.
Yosua 7 : 4 - 9
Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai. Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat. Yosua pun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut Tuhan hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya. Dan berkatalah Yosua : Ah, Tuhanku Allah, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan ? supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan ? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu ! O Tuhan, apakah yang akan kukatakan, setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya ? Apabila hal itu terdengar oleh orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dari bumi ini. Dan apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan nama-Mu yang besar itu ?
Ini adalah hal yang dialami Yosua dan bangsa Israel setelah keluar dari Mesir, dan melewati padang gurun selama 40 tahun, sampai akhirnya menyeberangi sungai Yordan, lalu masuk ke tanah Kanaan.
Yang harus dilakukan oleh Yosua dan bangsa Israel :
• Menyerang kota Yeriko yang besar dan sangat kuat, sehingga sulit untuk dikalahkan. Lagi pula bangsa yang baru ini, tidak miliki pengalaman berperang. Namun mereka dapat mengalahkan kota Yeriko. Tentu karena penyertaan dan pertolongan Tuhan.
• Menyerang kota Ai.
Sebetetulnya mengalahkan kota Ai tidak memerlukan kekuatan yang luarbiasa. Namun Tuhan tidak memberikan kemenangan kepada bangsa Israel. Mengapa Tuhan membiarkan kegagalan dialami bangsa Israel ini ? Karena diantara orang Israel ada yang berlaku jahat di mata Tuhan, yaitu Akhan dan istrinya.
Mengapa Tuhan membiarkan kegagalan terjadi dalam hidup orang percaya ?
1. TIDAK TAAT
Yosua 7 : 10 - 11
Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Yosua : Bangunlah ! Mengapa engkau sujud demikian ?
Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
Bangsa Israel berbuat dosa dan tidak taat atas perintah Tuhan. Maka mereka menerima konsekwensi dari ketidaktaatan, yaitu kegagalan.
Dalam hidup ini kita tidak dapat sesuka kita dalam mencapai tujuan, namun harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Kegagalan yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita bertujuan untuk meluruskan kembali hidup kita.
2. MINIM PERENCANAAN
Kolose 4 : 5
Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
Mazmur 90 : 12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Saat kita tidak mempersiapkan sesuatu dengan baik, maka Tuhan mengijinkan kegagalan terjadi.
Segala sesuatu harus dilakukan dengan teratur dan terukur bersama Tuhan.
3. CARA TUHAN MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA
Yosua 8 : 1 - 2
Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada Yosua : Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya, dan haruslah kaulakukan kepada Ai dan rajanya, seperti yang kaulakukan kepada Yerikho dan rajanya; hanya barang-barangnya dan ternaknya boleh kamu jarah. Suruhlah orang bersembunyi di belakang kota itu.
Yesaya 55 : 8 - 9
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Tuhan menetapkan cara untuk mengalahkan kota Ai kepada bangsa Israel. Ketika bangsa ini menyadari kesalahan mereka, maka mereka meminta pertolongan Tuhan. Mereka belajar untuk mengandalkan dan berdoa kepada Tuhan.
Tuhan minta kita untuk rendah hati, dimana hanya Tuhan saja yang mampu membuat hidup kita berhasil.
Tuhan Yesus Memberkati