GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

KEBANGGAAN MENGENAL ALLAH

Pdt. Dr. Drs. Markus Simanjuntak, M.Th · Senin, 05 Februari 2024

Doa Fajar
Senin, 05 Februari 2024
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “KEBANGGAAN MENGENAL ALLAH” Pdt. Dr. Drs. Markus Simanjuntak, M.Th · Senin, 05 Februari 2024 Unduh PDF

Apa yang akan terjadi bila kita diperhadapkan dengan keadaan di depan yang sudah berada di ujung suatu kehancuran ? Masihkah kita bisa memilih apa yang benar ? Demikianlah, nabi Yeremia menggambarkan keadaan antara Allah dengan Israel yang hendak terpisah, hancur, karena dosa, kesalahan, dan pemberontakan mereka. 

Waktu menghadapi kondisi seperti itu, bagaimana kita akan memilih ? Pilihan kita akan dapat menentukan sebagian besar tahun-tahun mendatang, bahkan masa depan kita. Demikianlah, nabi Yeremia juga memberikan pilihan, perbandingan, ataupun prioritas bagi orang Israel antara: memilih hal-hal yang sekadar duniawi, ataukah prinsip-prinsip yang dari Allah ?

Yeremia 9 : 23 - 24
Beginilah firman Tuhan : Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.

(Versi TB2) :
Beginilah firman Tuhan : Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya. Namun, siapa yang mau bermegah, baiklah ia bermegah atas hal ini : bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.

Melalui pembacaan firman hari ini, kita diingatkan akan beberapa hal berikut ini :

1. Kebanggaan yang sia-sia (ayat 23).
Tiga hal yang sangat dihargai manusia, dan merupakan pemberian dari Allah :
• Kebijaksanaan
• Kekuatan
• Kekayaan

Ketika ketiga hal yang berharga di atas berubah menjadi tujuan kebanggaan manusia semata, maka kebijaksanaan akan berubah menjadi kesombongan, intelektualitas menjadi kebodohan; kekuatan menjadi kekuasaan dan kekerasan; dan kekayaan menjadi keserakahan yang sama seperti penyembahan berhala.

Kita tidak boleh membanggakan pengetahuan duniawi, kemampuan manusia, atau kekayaan dunia, sebaliknya kita hanya boleh bermegah dan bersukacita karena hubungan pribadi kita dengan Tuhan dan kasih karunia-Nya, yang memungkinkan kita hidup benar. Semua nilai dunia ini hilang maknanya bilamana dibandingkan dengan pengenalan akan Allah. Nilai yang sesungguhnya terdiri atas menyerahkan diri kita pada Tuhan dan standar-standar-Nya, serta membiarkan Dia memenuhi kita dengan Roh Kudus-Nya.

Kebijaksanaan, kekuatan, dan kekayaan manusia tidaklah akan sanggup bertahan pada akhirnya dalam menghadapi penilaian serta penghakiman dari Allah.


2. Kebanggaan ilahi (ayat 24a)
Kebanggaan ilahi adalah memahami dan mengenal Yahweh, Allah Israel, sebab dengan mengenal-Nya, kita didorong hidup sesuai dengan karakter-Nya. Keintiman dengan-Nya merupakan inti yang paling penting.


3. Kebanggaan yang disukai oleh Allah (ayat 24b).
Pilihlah apa saja yang disukai oleh Allah, serta perlu berbangga, berdiri, serta berpegang di dalamnya setiap hari, yang juga merupakan karakter-Nya, yaitu kasih setia, keadilan, dan kebenaran.

• Kasih setia (‘hesed’) :
Komitmen paling dalam dari kasih Allah kepada umat-Nya sesuai dengan perjanjian atau kovenan yang kekal serta ilahi, yang sesungguhnya Ia tidak akan membatalkannya, seburuk apa pun keadaan sekiranya yang terjadi.

• Keadilan (‘mišpāṭ’) :
Allah sebagai Hakim adil yang memberikan imbalan kepada orang benar, dan menghakimi penindas, serta Ia menjadi Pembela bagi pihak yang lemah. Karena itu, kita juga jadilah orang yang adil. Jangan menilai ataupun menghakimi secara sepihak dan sekilas saja, melainkan menyeluruh.

• Kebenaran (‘ṣeḏāqâ’) :
Ketika kebenaran, yakni standar moral yang ilahi ditegakkan, maka keadilan akan dinikmati, dan relasi dalam perjanjian kovenan yang dari Allah akan terlindungi. Di mana ada junjungan kebenaran yang ilahi, di sana akan ada anugerah dari Allah.

Orang-orang yang mengenal, serta memahami kasih setia, keadilan, dan kebenaran Allah, sudah sepatutnya hidup menurut kesukaan-kesukaan Allah itu. Inilah kualitas hidup yang dicari oleh Allah di dalam gereja-Nya.

Akhirnya, ibadah yang benar adalah mengakui kedaulatan penuh Allah dalam kehidupan sehari-hari, serta mengizinkan Dia untuk mengisi hidup kita dengan kualitas-kualitas kesetiaan yang teguh, keadilan, dan kebenaran yang Ia miliki serta Ia sukai, menyenangkan hati-Nya, dan yang ingin Ia temukan dalam diri semua umat-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL