Jehova Jireh (Allah yang menyediakan) pertama kali muncul dalam peristiwa ketika Abraham mempersembahkan Ishak, anaknya.
Mengutip pernyataan Napoleon Bonaparte, seorang pemimpin perang kerajaan Perancis yang memenangkan peperangan (lima puluh dua kali kemenangan dan enam kali kekalahan). Baginya hidup adalah pertarungan, peperangan yang harus dimenangkan. Demikian juga dengan kehidupan kekristenan dapat digambarkan sebagai suatu pertarungan yang harus kita menangkan. Sudah berapa banyak pertarungan iman yang kita lewati bersama Tuhan ?
Alkitab mencatat mengenai pertarungan iman :
Kepercayaan Abraham diuji.
1. Test Hidup : selama kita hidup
Kejadian 22 : 1
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham, Ia berfirman kepadanya "Abraham" Lalu sahutnya "ya Tuhan".
Kejadian 15 - Kejadian 21, iman Abraham diuji untuk percaya pada janji mengenai keturunan. Meskipun Abraham gagal dan mengambil Hagar, di lain kesempatan Allah tetap menguji Abraham.
2. Pengorbanan : Yang membuat kita berkorban
Kejadian 22 : 2
Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran kepada salah satu gunung yang akan kukatakan kepadamu.
Tuhan tahu hal yang kita anggap penting dalam hidup ini (Ulangan 4 : 24). Seberapa besar sayang Abraham kepada anaknya, Ishak tapi hal itu tidak melebihi kasihnya dan ketaatannya kepada Allah. Ini adalah pengorbanan. Menyerahkan kepada Tuhan apa yang kita cintai sampai timbul rasa sakit (ada suatu kehilangan yang besar).
3. Waktu Menjadi Alat Uji
Kejadian 22 : 4
Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
Waktu adalah alat uji mengenai kesetiaan, ketekunan dan keteguhan hati terhadap kehendak Tuhan.
Ilustrasi :
Paolo Maldini, pesepak bola (pemain belakang) yang setia dari awal karier sampai pensiun dalam satu klub AC Milan (Italia). Sampai sekarang nomor punggungnya dipensiunkan dari klub dan Paolo Maldini menjadi legenda hidup.
4. Tuhan memilih tempat
Kejadian 22 : 9
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya, lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunyalah kayu, diikatnya Ishak anaknya itu dan diletakkanya di mezbah itu, di atas kayu api.
Ketika Tuhan memilih suatu tempat bagi kita, Ia memiliki maksud bahwa tempat tersebut menjadi tempat yang terbaik untuk pembentukan karakter kita. Tempat yang Tuhan mau, menjadi tujuan penting bagi proses perjuangan iman kita untuk tunduk kepada kehendak Tuhan.
5. Jehovah Jireh
Kejadian 22 : 12
Lalu Ia berfirman, jangan bunuh anak itu dan jangan kauapapakan dia, sebab telah kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah dan engkau tidak segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu.
Ketika Tuhan menguji kita, dan kita bersedia melakukan kehendak-Nya di sana Tuhan telah menyediakan segala yang kita perlukan. Baik kekuatan, sukacita, penghiburan dan penyertaan Allah nyata bagi orang yang mengasihi Dia lebih dari segalanya.
Tuhan kita adalah Allah yang menyediakan. Tuhan mau kita mengandalkan diri-Nya ketika test terhadap iman diijinkan-Nya untuk kita alami. Mengandalkan Tuhan adalah sikap mengosongkan diri seperti anak Kecil yang percaya dan bergantung pada Tuhan saja.
Rangkuman Pdm. Grace Suhadi :
Bagaimana sikap kita ketika ujian yang dialami Abraham itu juga kita alami ? Mari belajar dari kisah Abraham dan bagaimana sikapnya ketika menghadapi ujian iman dari Tuhan.
Kita harus menyadari bahwa :
1. Test Hidup : test terhadap iman itu berlangsung selama kita hidup.
2. Pengorbanan (menyerahkan apa yang paling berharga) : yang membuat kita berkorban.
3. Waktu menjadi alat uji bagi ketaatan dan iman kita.
4. Tuhan memilih tempat bagi kita dimana kita menyerahkan persembahan tersebut.
5. Jehovah Jireh (Allah menyediakan)
Abraham menyerahkan yang terbaik kepada Allah dan Allah menyediakan apa yang menjadi kebutuhannya untuk dipersembahkan.
Dibutuhkan ketaatan dan percaya sungguh-sungguh dari setiap kita untuk melihat janji Tuhan digenapi.
Tuhan Yesus Memberkati