Siapa pun kita pasti pernah mengalami apa yang namanya “takut”. Banyak hal yang membuat manusia merasa takut. Takut akan sesuatu yang membuat suasana hati menjadi gelisah dan khawatir.
Kata “takut” menurut KBBI :
1. Merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana;
2. Takwa, segan dan hormat;
3. Tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dan sebagainya); dan
4. Gelisah, khawatir.
Kita belajar dari kisah Yosua - pengganti Musa - yang memimpin umat Israel masuk ke Tanah Perjanjian. Karena tugas yang diemban Yosua tidak mudah, maka menjelang kematiannya, Musa memberi pesan kepada Yosua:
Ulangan 31 : 6
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
Ada alasan bagi Yosua untuk merasa takut melaksanakan tugas yang tidak mudah ini. Israel adalah bangsa yang keras kepala, rintangan sungai Yordan dan tembok Yerikho yang tidak mudah untuk dilalui, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang ada.
Akhirnya, oleh kuat kuasa Allah, Yosua mampu membawa bangsa Israel masuk Tanah Perjanjian.
Joshua’s journey (perjalanan Yosua) :
* Pemimpin baru atas suatu bangsa yang tegar tengkuk.
* Pemimpin yang menghadapi rintangan dan permasalahan.
* Pemimpin yang membawa banyak orang menikmati janji Tuhan.
Dari kisah Yosua kita belajar :
1. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu
2. Jangan takut dan jangan gentar
3. Tuhan menyertai kita
4. Tuhan tidak akan membiarkan atau meninggalkan kita
Courage is not the absence of fear, but the capacity to act despite our fears. (Keberanian bukanlah tidak adanya rasa takut, namun kemampuan untuk bertindak meskipun ada ketakutan) - John McCain.
Tuhan Yesus Memberkati