Kita akan belajar dari tiga pemuda Yahudi yang memiliki integritas dalam kehidupan, dan akhirnya mereka mendapatkan perkenanan Tuhan. Mereka adalah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang mengalami ujian iman karena mempertahankan iman pada masa pembuangan kerajaan Yehuda ke Babel.
Daniel 3 : 1 - 30
Raja Nebukadnezar ingin menyatukan seluruh wilayah kekuasaannya (unity) dengan sistem satu agama (one relegion), dengan penyembahan kepada dirinya, melalui patung yang didirikannya.
Pemuda-pemuda Yahudi mengalami ujian terhadap iman dengan itegritas mereka melalui :
1. Tekanan
Daniel 3 : 6
Siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala - nyala !
Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya 60 hasta (27 Meter) dan lebarnya 6 hasta
(3 Meter) yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.
Akhir - akhir ini dunia menormalisasi dosa sebagai suatu yang wajar. Dunia menawarkan kesenangannya, dosa dan kemerosotan moral sebagai hal yang lumrah, serta menjadi ciri khas bagi generasi abad ini, seperti bunuh diri, perselingkuhan, penyimpangan seksual, hedonisme, dan lain sebagainya.
2. Berdiri
Daniel 3 : 12
Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja : mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.
Sikap berbeda di tengah hal yang tidak benar adalah hal yang terpuji. Semakin teguh iman kita dan tetap memelihara hidup kudus, serta berkenan di hadapan Tuhan, maka kemuliaan Tuhan akan tampil bersinar melalui hidup
kita.
Daniel 3 : 16 - 18
Lalu Sadrakh, Mesakh. dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar : Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.
Beritegritas memerlukan pemahaman yang benar akan Firman Tuhan. Hanya dengan hidup benar sesuai kebenaran Firman Tuhan (pengertian yang benar terhadap Firman) kita dimampukan mempertahankan hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak berdiri untuk menyelamatkan diri saja, tapi mereka berdiri karena kebenaran.
3. Diangkat
Daniel 3 : 25 - 26
Katanya : Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa ! Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala- nyala itu; berkatalah ia : Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari ! Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dari api itu.
Integritas kita pada kebenaran membuat nama Tuhan dimuliakan. Saat nama Tuhan dimuliakan, maka promosi dan berkat Tuhan akan mengikuti kita.
Tuhan Yesus Memberkati