Apakah semakin hari kita makin mengerti untuk apa kita hidup? Bergantinya waktu jangan hanya menjadi pergantian tahun biasa. Kelahiran dalam sebuah keluarga berurutan hukumnya dari anak pertama kemudian pada anak seterusnya, namun untuk kematian tidak ada yang tahu. Bisa saja orang tua lebih panjang umurnya daripada anaknya. Setiap hari yang bertambah menandakan kita semakin dekat menuju kepada kematian.
Hari-hari ini kita mendekati kedatangan Tuhan. Apakah hidup kita berdampak bagi orang lain? Kita diciptakan bukan untuk diri sendiri, namun juga bagi orang lain. Itu sebabnya kita saling membutuhkan satu sama lain.
"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yer. 29:7)
Ayat ini menjelaskan tentang kondisi orang yang tertawan dalam sebuah kota. Sebuah kondisi yang tidak nyaman karena tidak terbiasa dengan situasi kota dan lingkungan didalamnya. Namun Tuhan berkata usahakanlah (tetap jadi berkat). Contoh : Yusuf yang menjadi narapidana namun tetap menjadi berkat.
Bagaimana supaya kita bisa menjadi berkat?
1. Jangan menjadi orang yang egois
Orang yang egois tidak akan menjadi berkat karena hanya memikirkan diri sendiri. Firman Tuhan mengatakan bahwa tidak baik manusia itu sendirian. Kedatangan Yesus ke dunia menjadi contoh yang paling nyata agar kita tidak hidup untuk diri sendiri.
"Si lintah mempunyai dua anak perempuan: "Untukku!" dan "Untukku!" Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: "Cukup!"(Ams. 30:15)
Orang egois sama halnya dengan lintah. Semuanya hanya untuk dirinya sendiri.
2. Peduli dengan orang lain
"Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (41-2) Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. (41-3) TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! (41-4) TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya." (Maz. 41:1-3)
Orang yang peduli adalah orang yang selalu dekat dengan orang lain. Kita tidak akan pernah menuai kepedulian orang lain apabila kita tidak pernah peduli kepada mereka. Jangan menjadi orang yang cuek. Peduli dengan orang lain membutuhkan pengorbanan. Berkorban bisa berupa waktu, perasaan, tenaga, uang, doa, kunjungan, nasihat. Semuanya ini akan dibayar oleh sukacita yang berasal dari Tuhan.
3. Berbagi dengan apa yang kita miliki
"Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum." (Ams. 11:24-25)
Apa yang kita miliki semuanya datang dari Tuhan. Berkat-berkat inilah yang harus kita bagikan kepada orang lain. Contoh : Kornelius yang dikenal sebagai orang yang murah hati.
4. Jangan ekslusif
"Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." ( Ams. 13:20)
Bergaulah dengan semua orang tanpa memilih. Orang yang ekslusif adalah orang yang meninggalkan dan ditinggalkan orang lain. Bangun hubungan dengan orang lain. Tujuan kita berhubungan adalah menanamkan nilai kepercayaan yang kita peroleh dari Tuhan kepada orang lain.
Mari menjadi orang Kristen yang menjadi berkat dan berdampak. Mulai pikirkan siapa yang akan kita berkati mulai hari ini.