Salah satu tujuan hidup kita adalah hidup untuk melayani Tuhan. Tetapi banyak dari kita menjalani hidup terlalu sibuk dengan hal duniawi, sehingga kita lupa akan tujuan hidup kita didalam Tuhan. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. (1 Kor. 3:10); Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Kor. 3:16). Dari ayat firman Tuhan diatas, kita diingatkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus untuk hidup dalam pelayanan.
Pelayanan kepada Tuhan bukan hanya saat berada di dalam gereja atau berada diatas mimbar, Tetapi pelayanan bisa kita lakukan didalam kehidupan kita sehari-hari. Hendaklah kita menjadi teladan dalam melayani Tuhan, agar orang diluar sana dapat melihat kasih Kristus dalam hidup kita. Seperti yang dilakukan oleh Paulus yang telah menjadi teladan dan terus membangun pelayanannya. Orang yang mampu melayani Tuhan adalah orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri.
Bagaimana kita bisa melakukan pelayanan yang menyukakan dan menyenangkan hati Tuhan?
1. Pelayanan yang sesuai dengan karunia.
Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya (1 Kor. 3:5). Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri (1 Kor. 3:8). Tuhan telah memberikan kepada kita karunia yang berbeda-beda, dan dengan karunia itulah kita pakai untuk melayani Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.
2. Pelayanan yang di lakukan dalam kerjasama tim
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. (1 Kor. 3:6); Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. (1 Kor. 3:9). Pelayanan yang Tuhan inginkan adalah kerjasama tim. Karena dalam pelayanan kita tidak dapat melakukannya seorang diri. Kita perlu bantuan orang lain, dan kita juga perlu membantu orang lain.
3. Pelayanan yang berorientasi pada upah surgawi
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan (1 Kor. 3:7); Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu (1 Kor. 3:11-13). Pelayanan yang kita lakukan janganlah berorientasi pada upah duniawi, tetapi apa yang kita lakukan hendaklah berorientasi pada Tuhan. Karena saat kita melayani, hati Tuhanlah yang disenangkan.
Tuhan ingin kita memiliki hati yang melayani. ada 3 pelayanan yang akan menyenangkan hati Tuhan, yaitu Pelayanan yang sesuai dengan karunia yang Tuhan berikan kepada kita, Pelayanan yang dilakukan dalam kerjasama tim, serta Pelayanan yang berorientasi pada Tuhan. Marilah kita mulai untuk hidup melayani, untuk nama Tuhan dipermuliakan. Amin.!