GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI

Frans A. Lase, SH · Kamis, 14 September 2023

Doa Fajar
Kamis, 14 September 2023
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI” Frans A. Lase, SH · Kamis, 14 September 2023 Unduh PDF

Kerendahan hati merupakan buah roh yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya. Berbicara mengenai kerendahan hati bagi seorang pemimpin mungkin ini agak sulit, sebab seorang pemimpin terbiasa dengan banyak pencapaian, banyak pengalaman, mengerti banyak hal sehingga sulit untuk mendengarkan saran atau nasihat orang lain, apalagi jika orang itu berada di level yang lebih rendah.

Hari ini kita belajar dari kisah Naaman disembuhkan. Naaman adalah panglima raja Aram, merupakan seorang terpandang dan disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Sayangnya, dia memiliki sakit kusta. Pada zaman itu, sakit kusta adalah penyakit yang dijauhi, orang yang sakit kusta akan dikucilkan atau diasingkan.

2 Raja-Raja 5 : 1 - 5

Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya : Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya. Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya : Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu. Maka jawab raja Aram : Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel. Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.

Seorang perempuan dari negeri Israel, yang menjadi pelayan di rumah Naaman memberikan saran agar Naaman pergi kepada nabi Israel yang di Samaria. Naaman mempertimbangkan saran itu dan akhirnya memutuskan untuk mengikutinya, pergi ke Israel. Dalam hal ini kita belajar bahwa sebagai seorang yang sedang sakit, sekalipun dengan jabatan yang tinggi, mau mendengarkan saran dari orang lain yang lebih rendah jabatannya dari dirinya, pembantunya, membutuhkan kerendahan hati. Mengapa ? Karena Naaman sadar kalau dia sakit dan membutuhkan pertolongan. 

Kisah selanjutnya menceritakan Naaman akhirnya bertemu dengan nabi Elisa di Israel. Namun apa yang diperintahkan nabi Elisa kepadanya untuk sembuh malah membuatnya gusar, sebab tidak seperti yang dia bayangkan, sepele dan tidak layak menurut anggapan Naaman. Namun, akhirnya Naaman melakukan apa yang diperintahkan nabi Elisa. 

2 Raja-Raja 5 : 9 - 11

Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan : Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir. Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata : Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku !

Kita melihat bahwa Naaman memiliki komitmen dan kemauan untuk sembuh. Oleh karena itu dia mau merendahkan hati untuk mengikuti saran dari anak buahnya dan melakukan apa yang nabi Elisa perintahkan, sekalipun rasanya tidak sesuai dengan yang dipikirkan dan diharapkan.

Apa yang dapat kita pelajari ?

- Rendah hati adalah kualitas hidup murid Kristus.

Amsal 29 : 23

Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

Rendah hati untuk mau mendengar, rela mengesampingkan kepentingan diri sendiri, menyadari kelemahan, kekurangan, keterbatasan dan selalu bergantung kepada Tuhan.

- Rendah hati membawa kita kepada kehormatan.

Lukas 14 : 11

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Ayat ini menjadi paradoks dengan apa yang dunia tawarkan. Secara naluri, manusia ingin dipuji dan diperhatikan oleh banyak orang. Pada zaman sekarang ini, sulit sekali mendapatkan seorang yang rendah hati. Sikap rendah hati hendaknya tidak membuat kita lebih pintar, lebih baik, lebih hebat, melainkan bisa menghargai orang lain dengan tulus.

Tuhan Yesus memberikan teladan mengenai kerendahan hati, bahkan dikatakan sampai mengosongkan diri-Nya sendiri.

Filipi 2 : 6 - 9

yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Tanda orang memiliki kerendahan hati :

- Mau mengakui kesalahan

- Mau belajar dan diajar

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL