GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

HIDUP BERDASARKAN IMAN, BUKAN PERASAAN

Pdp. Harjanto Tjitohardjojo · Kamis, 22 Mei 2025

Doa Fajar
Kamis, 22 Mei 2025
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “HIDUP BERDASARKAN IMAN, BUKAN PERASAAN” Pdp. Harjanto Tjitohardjojo · Kamis, 22 Mei 2025 Unduh PDF

Saat mengalami tekanan dan ujian dalam berbagai aspek kehidupan, bagaimana sikap kita terhadap semua itu ? Apakah kita akan mengikuti dan tenggelam dalam perasaan kita, atau percaya kepada pertolongan Tuhan ?

Amsal 3 : 5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Filipi 2 : 5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Perasaan manusia tidak stabil, sehingga jarang bisa diandalkan. Di satu sisi, perasaan juga penting dan perlu karena merupakan bagian dari jiwa yang berfungsi untuk :

• Memberi informasi
• Membentuk cara pandang
• Membantu untuk merespon sesuatu
• Memberikan makna terhadap suatu peristiwa

Namun, kita tidak selalu hidup berdasarkan perasaan, melainkan dengan iman. Misalnya, perasaan tentang kekuatiran, ketakutan, ataupun amarah, firman Allah juga memberikan beberapa perintah tentang tindakan yang berdasarkan iman, diantaranya :

Amsal 12 : 25
Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Amsal 14 : 29
Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Amsal 11 : 24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

Mazmur 55 : 23
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau ! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

2 Timotius 1 : 7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Yakobus 1 : 20
Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Iman dan firman Tuhan yang menjadi dasar atau landasan untuk merespons segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, dengan memohon pernyertaan dan pertolongan Roh Kudus. 

Kita akan belajar dari pengalaman kehidupan seorang janda miskin yang harus hidup oleh iman percayanya, dan bukan karena perasaan, saat mengalami perjumpaan dengan nabi Elisa.

2 Raja-raja 4 : 1
Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru : Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.


Apa yang bisa kita pelajari :

• Datang ke “alamat” yang tepat.
Apa pun yang terjadi, datanglah kepada Tuhan Yesus untuk mendapat pertolongan-Nya melalui doa dan dalam hadirat-Nya, bukan kepada hal-hal yang lain seperti mengandalkan manusia.

Ibrani 4 : 15 - 16
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.


• Nabi Elisa membantu perempuan itu menemukan apa yang dimiliki.
Termukan apa yang masih kita miliki, seperti halnya nabi Elisa yang membantu menyadarkan janda miskin tersebut untuk apa yang masih dia miliki. Iman melihat potensi, dan bukannya ketidakmampuan semata-mata. Karena itu, berfokuslah pada apa yang masih kita miliki dan bisa kita kerjakan. 

2 Raja-Raja 4 : 2
Jawab Elisa kepadanya : Apakah yang dapat kuperbuat bagimu ? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah. Berkatalah perempuan itu : Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.

Without dreams, we reach nothing. Without love, we feel nothing. Without God, we are nothing. (Tanpa mempunyai impian, kita tidak akan berjuang untuk mencapai sesuatu. Tanpa kasih, kita tidak akan dapat merasakan apa pun dalam hidup ini. Dan tanpa Tuhan, sesungguhnya kita bukanlah siapa-siapa).

Matius 19 : 26
Yesus memandang mereka dan berkata : Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.


• Mintalah bejana-bejana kosong
Diperlukan sikap kerendahan hati dari kita untuk mulai benar-benar melangkah dalam iman. 

2 Raja-Raja 4 : 3
Lalu berkatalah Elisa : Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.

Ibrani 7 : 7 
Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.


• Tutuplah pintu

2 Raja-Raja 4 : 4
Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah !

Yesaya 26 : 20 
Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.

Matius 6 : 6
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.


• Hadapi rasa takut dan rasa kuatir
Kita dapat menghadapi rasa takut dan kuatiran dengan iman. Dan kiranya kita berjalan serta melangkah dalam iman setiap hari.

Ibrani 11 : 6
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.


• Lunasi Hutang
Sekalipun Tuhan telah mengaruniakan pertolongan dengan mujizat-Nya, kita perlu melakukan kewajiban kita, dan yakinlah bahwa Ia akan tetap memberkati dan menyertai kita, karena kita menaati Dia dan melakukan kehendak-Nya.

2 Raja-Raja 4 : 7
Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata : Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.

Mazmur 37 : 21
Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

Mazmur 37 : 25 - 26 
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

Pesan Firman Tuhan :

Hidup berdasarkan iman, dan bukan perasaan :

• Percaya dan andalkan Tuhan dengan segenap hati (Amsal 3 : 5)

• Miliki buah Roh dan kembangkanlah (Galatia 5 : 22 - 23)

• Jadikan firman Tuhan yang terutama (Yosua 1 : 8)

• Bersyukur dalam segala hal dan fokus pada apa yang Tuhan berikan (1 Tesalonika 5 : 16 - 18)

• Hadapi setiap masalah bersama Tuhan (Mazmur 32 : 8)

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL