Empat hari lagi saudara-saudara kita merayakan Chinese New Year 2026 (2577).
Imlek identik dengan tiga hal :
• Bersih-bersih rumah
• Berkumpul sama keluarga
• Harapan akan berkat dan kemakmuran
Biasanya sebelum merayakan Imlek, orang-orang akan membersihkan rumah secara keseluruhan. Mengapa demikian ? Mereka percaya bahwa tahun yang baru harus dimulai dengan sesuatu yang bersih. Biasanya mereka ganti baju baru, cat rumah baru, dan beli dekorasi baru.
Saat ini apakah kita sudah membersihkan hati kita ?Apakah kita juga sudah perbarui komitmen kita ? Hari ini kita akan belajar dari tokoh Alkitab Perjanjian Lama yaitu Nehemia.
Nehemia Pasal 1 - 2 menceritakan bagaimana Nehemia sebagai seorang juru minum raja Persia, ia sedih setelah mendengar kabar bahwa tembok Yerusalem telah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar, serta penduduknya hidup dalam kesusahan dan kehinaan. Nehemia peduli kepada bangsa Israel khususnya orang-orang Yehuda yang kembali dari pembuangan di Babel. Tindakan Nehemia berpuasa dan berdoa kepada Tuhan, mengakui dosa bangsanya serta memohon kemurahan Tuhan agar ia mendapat belas kasih di hadapan raja. Nehemia memiliki kerinduan kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali temboknya.
Beberapa pesan yang kita akan dapatkan dari peristiwa Nehemia ini, sebagai pesan bertepatan dengan Imlek :
1. Tahun Baru dimulai dengan hati yang peduli.
Nehemia 1 : 4
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
Dalam ayat ke 4 ini kita dapat melihat sikap sedih Nehemia akibat runtuhnya tembok Yerusalem. Hal ini mengajarkan kita untuk miliki sikap hati yang peduli terhadap kehidupan rohani. Apa “tembok” dalam hidup kita yang runtuh di Tahun lalu, yang perlu kita bangun kembali ?
• Mungkin mezbah doa keluarga mulai jarang
• Mungkin hubungan suami istri mulai dingin
• Mungkin pelayanan mulai kehilangan api
• Mungkin hati mulai kompromi dengan dunia
2. Tahun Baru dimulai dari pertobatan dan komitmen untuk hidup taat kepada Tuhan.
Nehemia 1 : 6 - 7
Berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.
Pertobatan yang harus kita lakukan, diantaranya :
• Dalam keluarga : suka bicara kasar terhadap orang tua, kita perlu minta maaf dan mulai bicara dengan hormat.
• Dalam pekerjaan : tidak jujur, suka menunda, dan tidak disiplin.
• Dalam kehidupan rohani : jarang doa, baca Firman, dan hanya mengejar uang.
Mari, mulai jadwalkan dengan khusus kapan waktu untuk bangun keintiman dengan Tuhan. Bangun skala prioritas untuk Tuhan. Tuhan mau memberkati lebih lagi, tapi Tuhan mau agar kita bereskan karakter kita. Kita minta berkat, Tuhan minta pertobatan kita.
3. Tahun Baru adalah waktu melangkah dalam iman dan tindakan nyata.
Nehemia 2 : 4 - 5
Lalu kata raja kepadaku : Jadi, apa yang kauinginkan ? Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja : Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali.
Tahun baru sering dipenuhi dengan resolusi. Nehemia, ia tidak hanya berniat, tapi ia bertindak dan mengandalkan Tuhan. Kalau tahun ini kita mau bangun mezbah keluarga, bangun pelayanan, bangun usaha dengan integritas, mari kita mulai melangkah. Jangan ditunda-tunda. Libatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita. Tuhan tidak memberkati niat, tapi Tuhan memberkati ketaatan.
4. Tahun Baru adalah membangun kebersamaan keluarga.
Nehemia 2 : 17 - 18
Berkatalah aku kepada mereka : Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela. Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka : Kami siap untuk membangun ! Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
Nehemia berkata : Mari kita bangun kembali. Tembok Yerusalem selesai dalam 52 hari, itu karena semua ambil bagian.
Imlek identik dengan reuni keluarga dan makan besar. Tapi pertanyaannya apakah keluarga kita hanya kumpul makan, atau kumpul membangun Iman ? Bayangkan jika setiap keluarga Kristen berkata : Tahun ini kita bangun mezbah doa 10 menit sehari.
Tahun ini bukan hanya tentang : “Saya diberkati”, tetapi “Keluarga saya dibangun” Tahun baru adalah kesempatan, bukan hanya ganti kalender, tetapi perbarui sikap hati kita dengan :
• Peduli lagi pada hal rohani
• Bertobat dengan sungguh
• Melangkah dalam iman
• Membangun bersama keluarga
Jeruk manis dibagi rata, dimakan bersama penuh canda.
Kalau Tuhan jadi pusat hidup kita, Tahun baru pasti penuh anugerah dan sukacita.
Tuhan Yesus Memberkati