GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

HARAPAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN

Pdt. Dr. Drs. Markus Simanjuntak, M.Th · Selasa, 28 Desember 2021

Doa Fajar
Selasa, 28 Desember 2021
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “HARAPAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN” Pdt. Dr. Drs. Markus Simanjuntak, M.Th · Selasa, 28 Desember 2021 Unduh PDF

Betapa buruk pun keadaan di sekitar kita, jangan pernah berhenti berharap. Natal adalah cahaya pengharapan dari Allah kepada umat manusia, karena Yesus diberikan kepada kita dan hadir di antara kita manusia. 

Lukas 2 : 22 - 38
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan : Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah, dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya : Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel. Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu : Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang. Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 

Simeon dan Hana bukan hanya memercikkan pengharapan kepada bangsa Israel akan datangnya Mesias, tetapi mereka menjadi pembawa obor pengharapan, bahwa Allah akan menggenapi apa yang telah Ia janjikan kepada umat-Nya. Menantikan Tuhan memang bukan sesuatu yang spektakuler, tapi hal ini adalah kekuatan orang percaya untuk melihat pengharapan itu dinyatakan. Hana menantikan Mesias seumur hidupnya dan ia memperoleh apa yang diharpkannya, ia bahkan kesempatan menggendong Mesias yang dinantikan Israel. 

• Harapan melihat jauh melampaui kenyataan

Lukas 2 : 25 - 26
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 

Pengharapan adalah bahan bakar bagi iman, impian dan kemungkinan-kemungkinan. Pengharapan akan terus hidup bahkan di dalam penderitaan yang terdalam dan kondisi tanpa harapan sama sekali. Harapan menjadi hidup karena Allah bersama dengan kita melalui Roh Kudus yang diam di dalam kita. Harapan mendahului realita; dan habitat dari harapan adalah ketidakpastian. Harapan adalah kesediaan dan kerinduan untuk mempercayai Allah melampaui keadaan sekarang. Sekalipun dalam kondisi berat akibat penjajahan Roma dan tidak adanya suara kenabian, Hana dan Simeon terus berharap sampai mereka menerima dan melihat janji Allah akan Mesias digenapi bagi Israel dan dunia. 

• Allah beserta dengan kita: sekarang, di sini dan senantiasa

Lukas 2 : 27 - 29
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya : Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu.

Harapan kita dihidupkan oleh Roh Kudus. Dia menolong memulihkan harapan kita dengan mengingatkan kesetiaan Allah akan janji-janji-Nya. Roh Kudus menuntutn kita kepada Firman-Nya dan mengingatkan perbuatan yang telah dilakukan Allah bagi kita dan bahwa janji-Nya adalah 'Ya dan Amin'. 

Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 

Mari kita terima janji Allah ini secara pribadi bagi hidup kita !

Yesaya 43 : 1 - 2 
Tetapi sekarang, beginilah firman TuHan  yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel : Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. 

Tuhan mengenal kita lebih dari siapa pun, bahkan Ia berjanji akan menyertai dan melindungi kita di tengah mara bahaya serta lembah kekelaman sehingga kita selalu hidup dalam pengharapan. 

• Harapan membuat kita terus maju memberitakan kabar baik
 
Lukas 2 : 38
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 

Captain Sir Tom Moore (1920 – 2021) : "Langkah pertama adalah yang paling sulit. Setelah itu, saya masuk ke dalam irama ayunan langkah dan terus berjalan." 

Harapan menginspirasi; harapan menguatkan; harapan dibangun di atas harapan dan membuat kita terus maju apa pun yang terjadi. 

Roma 15 : 13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. 

Rangkuman Pdm. Grace Suhadi :

Pelajaran penting dari kisah Simeon dan Hana, bahwa pengharapan adalah api yang menjaga iman dan kekuatan di tengah penderitaan. Menatap tahun depan, kita harus menyalakan api pengharapan karena janji Tuhan adalah Ya dan Amin bagi kita orang percaya. 

Jika di waktu yang telah lalu dan sekarang kita selalu ada dalam pemeliharaan Tuhan, maka percayalah bahwa tahun depan, hari esok pun pemeliharaan Tuhan nyata dan menjadi kepastian bagi kita. Roh Kudus akan memberi kita kekuatan untuk terus berharap kepada Allah yang adalah sumber pengharapan kita semua. 

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL