GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

GOD’S HOLY TEMPLE

Pdm. Willy Santoso · Minggu, 23 Maret 2025

Ibadah Live Streaming 1
Minggu, 23 Maret 2025
Pk. 07:00 WIB
PDF Rangkuman “GOD’S HOLY TEMPLE” Pdm. Willy Santoso · Minggu, 23 Maret 2025 Unduh PDF
Sering kali, mungkin kita lupa terhadap rencana dan rancangan yang indah dari Tuhan bagi hidup kita. Kita juga lupa apa yang menjadi hal yang penting bagi Tuhan, dan menurut kacamata-Nya.
 
Salah satu hal yang penting itu adalah hubungan kita dengan Tuhan, dan membangun bait suci-Nya dalam hidup kita, yaitu hadirat-Nya, serta penyertaan-Nya di hidup kita untuk menuntun kita, mengajar kita, dan menunjukkan jalan yang mesti kita tempuh.
 
Mazmur 123 : 2
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Mazmur 32 : 8
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
Yeremia 29 : 10
Sebab beginilah firman TUHAN : Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
Walau saat itu Israel hidupnya tidak berkenan di hadapan Tuhan, dan mereka dibuang ke Babel, tetapi Ia tetap berkata mereka akan kembali ke Yerusalem, dan membangun bait suci-Nya. Bahkan Ia memakai seorang raja asing untuk menolong mereka.
 
Ezra 1 : 1 – 2 
Koresh mengizinkan orang-orang buangan pulang ke negerinya -- Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini : "Beginilah perintah Koresh, raja Persia : Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.”
 
Namun, sayangnya, mereka lupa dan tidak menyelesaikan pembangunan bait suci. Mereka malah sibuk membangun rumah mereka sendiri, sehingga berada di ‘comfort zone’ atau zona nyaman, dan justru setiap hal yang mereka lakukan tidaklah optimal ataupun menjadi sia-sia.
 
Hagai 1 : 3 – 8
Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya : "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan ? Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam : Perhatikanlah keadaanmu ! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Beginilah firman TUHAN semesta alam : Perhatikanlah keadaanmu ! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.”
 
Bisa saja hari-hari ini kita merasa apa yang kita lakukan sudah baik, namun belum tentu demikian di mata Tuhan. Kalau kita mau maksimal, bangunlah bait suci-Nya. Hidup serta tubuh kita juga adalah bait suci-Nya, bait Roh Kudus.
 
1 Korintus 6 : 19
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri ?
Yohanes 15 : 7 
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Sudahkah kita membangun bait suci-Nya ? Dan bagaimana caranya kita membangun bait suci Tuhan ? Ada ada empat hal yang kita bisa lakukan :

1. House of Prayer and Worship (Tempat Berdoa, Memuji, Menyembah Tuhan).
Matius 21 : 13 – 14 
Dan berkata kepada mereka : "Ada tertulis : Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
Mazmur 22 : 4
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Saat bait suci hanya digunakan sebagai tempat perdagangan, tidak akan terjadi mujizat. Namun, ketika berubah menjadi rumah doa, barulah menjadi tempat mujizat bagi banyak orang. Saat kita memiliki kehidupan doa, pujian, dan penyembahan, akan terjadi mujizat. Mengapa perlu berdoa ? Karena :
 
• Membuat Hati dan Pikiran Kita Tenang.
Filipi 4 : 6 – 7 
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

• Mengalahkan Pencobaan dan Memberi Kekuatan.
Matius 26 : 40 – 41 
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus : "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku ? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

• Menyalurkan Berkat Tuhan dalam Hidup Kita.
Yakobus 4 : 2b
Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

C. S. Lewis pernah berkata, I don’t pray so that I can change God. I pray so that God can change me, atau artinya kita berdoa buka untuk mengubah Tuhan, melainkan justru supaya Tuhanlah yang mengubahkan kita. “PRAY” : praise (memuji), repent (bertobat dan mengaku dosa), ask (memohon), yield (berserah).
 
 
2. House of Sacrifice and Offering (Mempersembahkan Hidup).
Roma 12 : 1 – 2 
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Galatia 5 : 22 – 24 
Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Tidak mungkin kita bisa membangun bait suci-Nya sembari masih hidup seperti orang-orang dunia, selalu dipimpin oleh kedagingan, dan bukannya dituntun oleh Roh Kudus. Kita harus menghasilkan buah Roh. Untuk itu, fokuslah pada hal-hal yang berkenan bagi Allah. Saat kita menyingkirkan hal-hal yang tidak berkenan, kita akan menerima damai sejahtera, dan menghasilkan buah Roh.
 
 
3. House of Purification (Proses Pemurnian).
2 Korintus 7 : 1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah
Ibrani 12 : 14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Yohanes 11 : 39, 41, 43 – 44 
Kata Yesus : "Angkat batu itu !" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati" … Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku” … Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras : "Lazarus, marilah ke luar !" Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka : "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."
Inti pengalaman Lazarus dibangkitkan adalah Tuhan Yesus berkuasa melakukan mujizat. Namun, Ia meminta mereka terlebih dahulu mengangkat batu. Kita harus menyingkirkan rintangan di depan kita, memurnikan hati dan pikiran kita terlebih dahulu, barulah terjadi mujizat. 
 
 
4. House of Glory (Nama Tuhan Dipermuliakan).
1 Petrus 2 : 12
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
Matius 5 : 16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Tingkah laku kita hendaknya berkenan di manapun kita ditempatkan oleh Tuhan, serta memuliakan nama-Nya. Sayangnya, masih banyak orang percaya yang tidak mau menjadi dan menampilkan terang, teladan, serta kasih Tuhan Yesus. 
 
Pastikanlah bahwa kita selalu terhubung dengan Sumber hidup yang sejati, yaitu Tuhan Yesus Kristus itu sendiri, dan membangun kehidupan yang intim dengan Dia. Dan percayalah, saat kita membangun bait suci-Nya, maka Ia akan menggenapi janji-janji-Nya. 
 
Sebab hidup kita mungkin adalah satu-satunya Alkitab terbuka yang akan dibaca oleh beberapa orang di luar sana, namun pertanyaannya ialah apakah kita merupakan suratan terbuka yang baik dan benar. “You may be the only Bible some people ever read. So the question is : Are you a good translation ?” (Mark Batterson)
 
 
Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL