Kemiskinan sesungguhnya adalah hal sikap hati dan cara berpikir yang salah. Demikian juga hal kemurahan hati, tidak terletak pada seberapa banyak kekayaan yang kita miliki, tapi pada sikap hati dan pikiran yang dilandaskan oleh kasih Kristus.
Amsal 11 : 24 - 25Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Mengutip apa yang dikatakan Christian Smith dan Hilary Davidson, Dalam buku The Paradox of Generosity, “Giving we receive, Grasping we lose” (memberi kita menerima, menggenggam kita kehilangan).
Bahwa orang-orang yang memiliki sikap yang bermurah hati memiliki kebahagiaan, kesehatan, tujuan hidup, tingkat depresi dan kemajuan pribadi jauh lebih baik.
Lukas 6 : 38Berilah dan kamu akan diberi : suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Tiga tipe orang dalam memberi :
1. Memberi dari kelimpahan (memberi karena memiliki)
2. Memberi dari kecukupan (Pengorbanan)
3. Memberi dari kekurangan (Pengorbanan dan Kasih)
Lukas 10 : 30 - 35Jawab Yesus : Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Generosity tidak tumbuh dari ajaran agamawi, sifat kebangsaan atau nasionalisme, bahkan status sosial seseorang, tapi dari hati yang dilatih untuk mengasihi, memberi dan rela berkorban.
Generous Lifestyle :
1. Generosity atau kemurahan hati memerlukan kondisi hati yang sehat. Tergeraklah hatinya oleh belas kasihan ...
Contoh : Persembahan janda miskin (Markus 12 : 43) dan persembahan jemaat di Makedonia untuk jemaat Kristen di Yerusalem menandakan hati yang sehat.
Amsal 4 : 23Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Lihat apakah hatimu keras atau cemar ?
2. Generosity atau kemurahan hati harus disengaja.
1 Timotius 6 : 9 - 10Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Kita harus melatih hati kita untuk tidak terikat oleh cinta kepada harta, uang dan berbagai bentuk kekayaan; sebaliknya kita harus terus melatih hati kita untuk memberi.
Lukas 10 : 1 & 4Setelah itu Tuhan memilih tujuh puluh pengikut lagi, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului Dia ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. ...
Jangan membawa dompet atau kantong sedekah, ataupun sepatu. Jangan berhenti di tengah jalan untuk memberi salam kepada seorang pun juga.
Tiga level dalam memberi :
- Wajib : apa yang wajib kita kembalikan kepada Tuhan.
- Amal : apa yang kita berikan kepada sesama yang membutuhkan.
- Menabur : memberi lebih dengan kasih dan pengorbanan, juga sebagai benih yang kita tanam.
3. Generosity atau kemurahan hati tidak boleh tergantung keadaan.
Dalam berbagai musim kehidupan, kita harus terus melatih diri kita untuk memiliki hati yang berkemurahan.
Tiga tipe orang dalam memberi :
1. Memberi dari kelimpahan - uang
2. Memberi dari kecukupan (pengorbanan)
3. Memberi dari kekurangan (Pengorbanan dan Kasih) – Orang Samaria
Ketiga tipe di atas dimiliki oleh seorang Samaria yang baik hati; ia menjadi sesama bagi orang lain, ia memiliki hati seperti hati Kristus yang mengasihi tanpa dibatasi ras, etnis, suku dan agama.
Selamat melatih diri kita untuk memiliki kemurahan hati.
Tuhan Yesus Memberkati