Tidak ada dari kita yang suka menunggu, apalagi zaman sekarang semuanya bergerak serba cepat. Menunggu itu tidak enak karena waktu berjalan terasa lambat.
Menunggu saat kita ada masalah atau menantikan janji Tuhan yang belum terlaksana, menunggu adalah proses yang tidak enak. Jika kita berdoa, kita ingin solusi dan mujizat instan. Tetapi kenyataannya, tidak ada yang bersifat instan.
Di dalam hidup, Tuhan membiarkan sebuah masa untuk menunggu dan bukan untuk membuat kita sakit, tetapi membuat kita bertumbuh. Dalam masa penantian, sering kali kita merasa Tuhan diam, padahal Tuhan selalu bergerak, dan tangan-Nya bekerja nyata.
Yohanes 5 : 1 - 9Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
1. He knows more than we know
Yohanes 5 : 6Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
“Tahu” berasal dari kata ’ginosko’ dalam bahasa aslinya yang berarti mengetahui, mengenal, dan memahami secara mendalam.
Yesus tidak hanya sekadar tahu, tetapi Yesus mengerti keadaan orang tersebut secara menyeluruh. Tuhan ingin berbicara, bahwa Tuhan mengetahui hidup kita lebih daripada yang kita tahu. Mungkin beberapa dari kita ada mengalami hal yang sama, yaitu keadaan tanpa pengharapan, tetapi Yesus tahu isi hati kita lebih daripada apa pun.
Amsal 15 : 3Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.
Mata Tuhan menatap kita dengan belas kasihan, namun bukan dengan penghakiman. Mata Tuhan mengawasi kita setiap waktu.
God knows what you are going through, even when no one else does and he cares more deeply than you could ever imagine. (Rick Warren)
2. His timing not ours
Yohanes 5 : 7 - 8Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Orang lumpuh itu mungkin berpikir kesempatan dia mencoba berulang-ulang untuk sembuh dan gagal, tetapi waktu Tuhan tidak pernah terlambat.
Pengkhotbah 3 : 11aIa membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Kadang Tuhan menunda bukan karena Dia tidak peduli, tetapi karena Tuhan telah mempersiapkan kita. Namun, kita sering frustrasi karena kita mau waktunya kita yang diikuti oleh Tuhan.
It is not God who must follow your timing, but you must follow His timing. Delay is not denial. God’s timing is perfect. Never early, never late. It takes a little patience and a a lot of faith, but it is worth the wait.
3. Power of His word
Yohanes 5 : 8 - 9Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Mujizat tidak terjadi lewat air yang bergoncang, melainkan melalui perkataan Yesus. Tuhan tidak bisa dikotakkan lewat situasi. Selama kita mendengar Tuhan, mujizat tetap ada dan nyata. Baca Firman Tuhan setiap hari dan renungkan. Ketika kita berhadapan dengan masalah, Firman Tuhan dapat muncul sebagai rhema. Jawaban dari semua solusi adalah kembali ke Firman Tuhan.
Tiga perintah yang sederhana tapi penuh kuasa:
• Bangunlah: berhenti diam dalam kelemahan.
• Angkatlah tilammu: tinggalkan masa lalu.
• Berjalanlah: melangkah ke masa depan bersama Tuhan.
Firman Tuhan menciptakan realitas. Melalui Firman Tuhan, dunia diciptakan hingga Lazarus juga dibangkitkan. Firman Tuhan membebaskan kita. Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran. Firman Tuhan yang kemudian membebaskan kita.
Roma 10 : 17Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Tuhan Yesus Memberkati