National Adolescent Mental Health Survey, Survei ini dipelopori oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan University of Queensland (Australia) dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (USA), yaitu survei nasional pertama di Indonesia yang secara representatif mengukur kejadian, masalah dan gangguan kesehatan mental pada remaja usia 10 - 17 tahun. Salah satu hasilnya adalah, satu dari tiga remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental (jiwa) dalam 12 bulan terakhir. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena banyak sekali orang yang bergumul sendirian dengan kesehatan mentalnya.
Hari ini kita belajar dari Injil Markus 5 : 1 - 20, yang menceritakan Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa.
Kesembuhan dimulai dari kejujuran. Pada saat Tuhan melayani orang yang kerasukan roh jahat, Tuhan bertanya kepadanya, Markus 5 : 9, Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu ? Jawabnya : Namaku Legion, karena kami banyak.
Kita harus mengerti bahwa ketika Yesus bertanya, Dia sedang menyingkapkan sesuatu yang tersembunyi. Mental health bukanlah sesuatu yang simple, namun sangat compleks dan terkadang berasal dari beberapa akar permasalahan. Penyebab pergumulan mental health adalah masalah :
1. Sosial
2. Biologis
3. Psikologis
4. Spiritual
Untuk bisa sembuh dari pergumulan, kita harus bertanya apa yang tersembunyi di dalam diri kita ? Kita harus berani jujur tentang diri kita sendiri. Minta bantuan atau pertolongan bukanlah sesuatu yang memalukan, tapi tanda kalau Anda kuat.
Kesembuhan datang saat kita mempunyai tujuan hidup. Setelah orang ini dipulihkan, ia memohon untuk mengikuti Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya. Orang yang sudah disembuhkan itu membutuhkan tujuan hidup dan Tuhan Yesus memberikan dia tujuan hidup. Yesus mengutus dia.
Markus 5 : 19
Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu : Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau !
Orang yang tidak punya tujuan hidup, sering kali akan bergumul dengan kesehatan mental. Yesus tahu, healing tanpa purpose bisa cepat hilang. Healing dengan purpose bertahan dan menjadi semakin kuat.
Bahaya Rumination
Setelah mengalami pemulihan, jangan kembali kepada masa lalu! Ilmu psikologi menyebutnya rumination, yaitu mereplay kesalahan masa lalu, luka, rasa bersalah, sampai tidak bisa move on. Semakin lama kita terjebak di dalam rumination, semakin dalam kita terjebak didalam lubang yang gelap itu.
Mazmur 42 : 5 (6)
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku ? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku !
Efesus 2 : 10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik, tapi untuk melakukan perbuatan baik. Kita dipulihkan bukan hanya untuk duduk diam, tapi untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah Tuhan rancang. Hidup kita punya tujuan, bukan sekadar survive, tapi untuk menjadi berkat. Seperti Yesus yang menjadi berkat bagi orang Gerasa
Markus 5 : 1
Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
Sang Pembuat mujizat ingin menemui Anda dalam situasi sekarang. Yesus selalu menghampiri orang yang membutuhkan :
• Yesus meredakan badai (Markus 4 : 35 - 41)
• Yesus mengorbankan 2.000 babi (Markus 5 : 13)
• Yesus rela diusir (Markus 5 : 17)
Tuhan Yesus Memberkati