GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

FAITH BREAKS THE LIMIT

Ps. JJ Simkoputera · Minggu, 21 September 2025

Ibadah Raya 1 - 3 & 5 (Onsite)
Minggu, 21 September 2025
Pk. 07:00 - 16:30 WIB
Ibrani 11:24-30
PDF Rangkuman “FAITH BREAKS THE LIMIT” Ps. JJ Simkoputera · Minggu, 21 September 2025 Unduh PDF
Terkadang Tuhan memberikan jawaban di saat terakhir. Tetapi, walaupun terakhir, Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita. Rencana terakhir kita, bisa saja menjadi rencana terbaik dari Tuhan. 
 
Apa pun yang terjadi, Tuhan tetap berdaulat. Mengerti atau tidak, Tuhan tetap pegang kendali. Tugas kita hanyalah meletakkan iman kita kepada-Nya, iman yang melampaui batasan-batasan.
 
Ibrani 11 : 24 - 30
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka. Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga. Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.
 
Ada kuasa di dalam iman kita :
1. Iman memimpin kepada kebenaran.
Hidup di Mesir lebih enak untuk Musa karena ia punya segala-galanya di istana, ada rasa aman karena merupakan cucu seorang raja. Sedangkan padang gurun tidak punya fasilitas dan tidak nyaman.  
 
Apa yang nyaman belum tentu benar dan sesuai kehendak Tuhan. Apa yang tidak nyaman bukan berarti itu bukan dari Tuhan. Tuhan bisa menggunakan situasi apa pun untuk memberkati kita. 
 
Ibrani 11 : 24 - 25
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
Keluaran 16 : 13 - 18
Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain : Apakah ini ? Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka : Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. Beginilah perintah TUHAN : Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa. Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.
 
Tuhan menyediakan manna di padang pasir, di zona tidak nyamannya bangsa Israel. Bahkan dalam zona tidak nyaman tersebut Tuhan tetap pelihara. Oleh karena itu, kita harus beriman kepada Tuhan, percayalah apa pun yang tidak enak yang kita alami saat ini, bisa diubah Tuhan menjadi berkat untuk kita.
 
2. Iman membawa kita mengatasi ketakutan.
Secara manusia, mungkin kita merasa takut terhadap raja. Karena raja bisa kita lihat kebenarannya, raja memiliki kekuasaan akan negara yang dipimpin, serta memiliki tentara. Sedangkan kepada Tuhan, terkadang kita tidak merasa takut, karena Tuhan tidak kelihatan. 
 
Tetapi, Musa tidak takut akan raja karena Musa punya hubungan yang intim dengan Tuhan. Atas dasar pewahyuan dari Tuhan, maka Musa tidak menjadi takut. Dan jika kita berpegang pada agenda Tuhan, maka kita punya keberanian untuk melangkah.
 
Musa percaya pada Tuhan yang berdaulat dan membentuk iman Musa. Ketika dia melangkah, walaupun itu tidak nyaman, Musa percaya Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu. Kita tetap dapat melangkah keluar sebagai pemenang. Tuhan tidak pernah mengatakan hidup tidak ada masalah, tetapi masalah diizinkan supaya kita melihat kemuliaan-Nya. 
 
Ibrani 11 : 27
Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.
Keluaran 6 : 7 - 8
Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN. Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
Matius 6 : 25
Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian ?
 
Akar dari kekhawatiran itu adalah ketakutan atau fear. Fear has two meanings :
 
1. Forget everything and run
 
2. Face everything and rise
“Faith is building on what you know is here, so you can reach what you know is there.” (Cullen Hightower)
Pilihlah iman daripada keraguan, ketakutan, dan rasa pesimis. Bangunlah iman kita kepada Tuhan.
 
3. Iman membuat kita melewati masalah.
Iman membuat kita melalui masalah, bukan menghilangkannya. Tuhan mengizinkan masalah terjadi, karena Tuhan ingin kita mengalami Dia. Tanpa sebuah proses, manusia sulit untuk berubah. Tetapi, ketika kita diperhadapkan dengan kesulitan, tidak ada pilihan, maka kita dipaksa untuk berubah.
 
Ibrani 11 : 29
Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.
Yakobus 2 : 26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
 
“My faith did not remove the pain, but it got me through the pain. Trusting God did not diminish or vanquish the anguish,  but enabled me to endure it.” (Robert Rogers)
 
Iman memimpin kita kepada kebenaran. Iman membawa kita mengatasi ketakutan. Iman membuat kita melewati masalah.
 
 
 
Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL