Kita barus saja melewati tahun Ibrani Rosh Hashanah 5786. Pey (80) merupakan lambang dari mulut, Vav (6) merupakan penghubung. Kita akan fokus pada kata vav yang merupakan penghubung.
Kejadian 1 : 1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Pesan profetik 5786 tahun ini adalah masa pemulihan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Pemulihan dimulai dari kita sendiri. Ditahun ini juga, Tuhan akan menobatkan orang-orang yang belum pernah mendengar tentang Firman Tuhan. Tuhan adalah Allah yang adil. Ia menunggu semua orang untuk mendengar tentang-Nya, barulah Ia datang menjemput kita semua.
Yesaya 55 : 11DEmikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Tuhan mencari duta besar Kerajaan Allah. Kita adalah murid-murid yang sudah naik kepada level berikutnya menjadi anak. Bagaimana caranya agar kita bisa menjadi duta Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini?
Kisah Para Rasul 1 : 8Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
1. Menjadi saksi di Yerusalem.
Yerusalem berbicara tentang Bait Allah. Artinya, keluarga. Karakter anak-anak bukan dimulai ketika mereka bersekolah, tetapi dari keluarga. Peraturan menjadi penilik dan diaken. Penilik haruslah berkarakter Kristus, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? Diaken haruslah berkarakter Kristus, suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa
1 Timotius 3 : 1 - 13Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis. Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.
Keluarga adalah miniatur kerajaan Allah. Suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Istri haruslah tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan dalam segala hal. Anak-anak harus menghormati kedua orang tua karena keberhasilan anak-anak ditentukan dari perintah ini. Setia kepada perkara kecil, maka kuasa dalam perkataan kita akan menjadi berkat dan bukan kutuk.
Efesus 5 : 22 - 23Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Efesus 6:2-3Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
2. Menjadi saksi di Yudea
Menjadi saksi bukan hanya dari perkataan tetapi juga perbuatan. Membangun kasih persaudaraan di gereja. Bukan hanya para pelayan Tuhan di gereja yang membangun kasih, tetapi haruslah juga kita sebagai jemaat Tuhan.
1 Tesalonika 5 : 12 - 13Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.
3. Menjadi saksi di Samaria.
Milikilah karakter seperti Kristus di tengah-tengah lingkungan kerja, lingkungan rumah, dimanapun kita berada. Tetaplah menghormati dan mengasihi sesama walaupun kita tersakiti. Ketika kita memiliki tangan dan kaki Tuhan, maka Roh Kudus akan mengambil alih keadaan kita. Ketika kita setia kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kita berlimpah-limpah.
Kolose 3:23Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Amsal 22:29Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.
4. Menjadi saksi di seluruh penjuru dunia.
Ketika kesaksian dimulai dari keluarga kita, maka Tuhan akan pakai kita dan memampukan kita untuk menjadi saksi hingga ke bangsa-bangsa.
Yakobus 5:16Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Tuhan Yesus Memberkati