GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

DI SEBERANG LAUT DI SITU HATIKU TERPAUT

Pdp. Eradi Tjandra · Jumat, 23 Juni 2023

Doa Fajar
Jumat, 23 Juni 2023
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “DI SEBERANG LAUT DI SITU HATIKU TERPAUT” Pdp. Eradi Tjandra · Jumat, 23 Juni 2023 Unduh PDF

Kita akan mempelajari kitab Yunus dan makna Firman Tuhan bagi hidup kita.
 
Siapakah nabi Yunus ?

·   Yunus dipilih Tuhan untuk menjadi nabi di Israel sekitar 780 SM

·   Yunus adalah satu-satunya nabi Israel yang disuruh untuk pergi dan memberikan peringatan ke bangsa non-Israel

·   Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman Tuhan, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer (2 Raja-raja 14 : 25).


Di masa pelayanan Yunus, Israel dipimpin oleh seorang raja yang jahat bernama Yerobeam II. Raja Israel pada saat itu bukanlah raja yang baik dimata Tuhan. Nabi Yunus memberitakan nubuatan positif di tengah pemerintahan raja yang jahat.
 
Kisah nabi Yunus dimulai ketika Tuhan mengutusnya ke Niniwe. Naiklah Yunus di kapal yang mengantarnya ke Niniwe. Ketika Kapal mengalami badai di tengah laut, seluruh penumpang bertanya-tanya siapa ini yang menyebabkan malapetaka terjadi. Akhirnya mereka menemukan jawaban, ternyata Yunuslah masalahnya; serta merta mereka melempar Yunus ke lautan.
 
Yunus 1 : 1 - 3
Datanglah firman Tuhan  kepada Yunus bin Amitai, demikian : Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku. Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan.
 
Yunus 1 : 17
Maka atas penentuan Tuhan  datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.
 
Yunus 3 : 4 - 5
Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru : Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan. Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
 

Dalam seruannya, Yunus tidak ada ajakan untuk bertobat bagi orang Niniwe. Namun demikian, orang Niniwe bertobat pada saat itu.
 
Yunus 3 : 10
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.
 
Yunus 4 : 1 - 4
Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. Dan berdoalah ia kepada Tuhan, katanya : Ya Tuhan, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Jadi sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup. Tetapi firman Tuhan : Layakkah engkau marah ?
 
Tuhan membutuhkan Yunus untuk keluar dari Israel dan pergi ke Niniwe supaya Tuhan bisa menyingkapkan hati Yunus yang sesungguhnya. Demikian juga dengan kita, Tuhan menyingkapkan kondisi hati kita yang sesungguhnya pada saat keinginan hati kita tidak terpenuhi.
 

Dari cerita Yunus ini kita belajar 3 hal tentang Tuhan kita :

1.   Tuhan rindu memulihkan hati yang menjauh daripada-Nya.
Sama seperti Yunus yang menjauh dari Tuhan, tapi ternyata Tuhan kejar dia, bahkan sampai ke seberang lautan, demikianlah Tuhan rindu mendekatkan kita kepada-Nya dimanapun kita berada.
Mazmur 139 : 7 - 10
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu ? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
 

2.   Tuhan rindu memulihkan hati yang penuh kekecewaan.
Tuhan tidak bisa di definisikan dengan kemauan dan kenyamanan kita.
Yesaya 55 : 8 - 9
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
 

3.   Tuhan rindu memulihkan hati yang tertekan.
Karena situasi dimana Yunus kehilangan topangan hidupnya, maka dia menjadi tertekan; demikian pula kita, kadang pada saat kita kehilangan kendali atas situasi, kita pun akan mudah tertekan. Namun, kita harus bangkit dan berjalan kembali dalam rencana Allah.
Mazmur 73 : 26
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
 

Peristiwa Yunus ini merupakan gambaran (bayangan) apa yang akan terjadi pada masa Perjanjian Baru. Yesus datang ke dunia untuk memberikan keselamatan, kehidupan kekal, sukacita, dan berkat-berkat lainnya. Lewat kematian-Nya semua manusia yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal.
 
Matius 12 : 40
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
 
Mazmur 34 : 19
Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL