Kalau kita membaca surat 1 Petrus 5 : 6 - 8, kita diingatkan untuk waspada terhadap musuh kehidupan kita, sebab kita tidak kebal terhadap masalah, tapi Tuhan pelihara
• Krisis bangsa kita saat ini : Karhutla, banjir, blackout, BBM langka, dll.
• Krisis Dunia saat ini : perang, gunung meletus, krisis ekonomi, dll.
Hal ini menunjukkan krisis multidimensi terjadi dimana-mana dan dalam segala keadaan, yaitu krisis ekologi, kemanusiaan, krisis energi dan ekonomi, krisis geopolitik, dll.
Matius 5 : 45
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Matius 24 : 6
Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Markus 13 : 8
Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Church, we are not exempt - be aware !
Kondisi warga dunia saat ini terjadi ketidakpastian ekonomi, ancaman bencana alam, berita buruk, tekanan hidup yang beruntun, keputusasaan, merasa tidak mampu, dan ketakutan akan masa depan; ini semua berakibat pada tekanan psikologi, stress (kronis/anxiety), dan kelelahan mental yang sangat berat.
Same storm, different hope.
Yohanes 17 : 14
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Yang membedakan kita sebagai orang percaya dengan dunia ini adalah kita memiliki Firman Tuhan.
• Firman Tuhan membuat kita mengenal Dia yang penuh kasih, setia, Pemeliharaan, dan Mahakuasa.
• Firman Tuhan memberikan teguran, didikan, dan ajaran dalam kebenaran yang membentuk kita menjadi kuat.
• Firman Tuhan dipenuhi dengan janji bagi umat-Nya, yaitu janji keselamatan, penyertaan dan pemeliharaan, dan janji tentang masa depan yang penuh harapan.
He promise: He cares for us.
1 Petrus 5 : 6 - 8
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Surat ini ditulis oleh Rasul Petrus kepada orang percaya (Yahudi dan non Yahudi) yang tersebar di wilayah Asia Kecil (sekarang wilayah Turki). Sebagai pendatang minoritas, mereka menghadapi penderitaan, tekanan sosial, penolakan, ancaman hingga penganiayaan dari masyarakat dan pemerintah kekaisaran Romawi karena iman mereka.
Walaupun kondisinya tidak sama, tapi rasa tertekan, lelah, takut, dan tidak ada kepastian hidup yang dirasakan jemaat di Asia Kecil, kurang lebih sama dirasakan oleh kita pada saat ini.
1 Petrus 5 : 6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
Manusia sangat terbatas.
Krisis multidimensi menjadi pengingat keras bagi kita sebagai umat manusia, bahwa setinggi apa pun teknologi kita, sebanyak apa pun tabungan kita, namun kita tetaplah manusia yang terbatas, kita ada dalam kedaulatan Tuhan, Allah Sang Pencipta.
Rendahkan diri.
Merendahkan diri bukan berarti menyerah pasrah, melainkan berhenti menyombongkan diri dan memilih tunduk, berserah penuh dalam kedaulatan Tuhan (dibawah tangan Tuhan yang kuat). Sebab hanya orang yang merendahkan diri yang dapat berserah sepenuhnya.
Yeremia 10 : 23
Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.
Nabi Yeremia mengatakan, bahwa manusia tidak berkuasa menentukan jalannya dan tidak berkuasa menetapkan langkahnya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sangat terbatas dan hikmat manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
1 Petrus 5 : 8
Sadarlah dan berjaga-jagalah ! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Iblis menggunakan masa krisis multidimensi ini untuk membuat gereja-Nya panik. Iblis mengincar kita supaya gagal, kita gagal dalam memuliakan Tuhan, gagal menjadi teladan, gagal menjadi saluran berkat di tengah dunia yang membutuhkan, dan gagal melakukan Amanat Agung.
Gereja Tuhan (orang percaya) yang menyerahkan kekuatirannya kepada Tuhan akan memiliki pikiran jernih, tidak panik, tetap waspada, tenang, dan menjadi saluran berkat bagi orang lain.
1 Petrus 4 : 7
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Lukas 21 : 33
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Krisis akan datang silih berganti, tetapi syukur kepada Tuhan karena kita telah menerima Kerajaan yang tidak tergoncangkan, Firman dan pemeliharaan-Nya atas hidup kita tidak akan pernah berlalu.
Ibrani 12 : 28
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucapkan syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Tuhan Yesus Memberkati