Kebebasan yang dialami oleh seorang Kristen memberikan kebebasan untuk memilih, kita sudah dibebaskan oleh kuasa darah Yesus.
Ada perbedaan kebebasan antara kehidupan Kristen dengan kehidupan yang ada di luar, dan sebagai orang Kristen ada banyak larangan yang harus kita taati, jangan sampai kita salah berjalan atau berpikir. Setiap larangan yang kita patuhi membuat hidup kita jadi lebih teratur dan terarah supaya kita jangan jadi “preman”.
Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang tertinggi kita diberikan kemampuan memilih, menimbang dan membuat suatu keputusan, dan atas setiap pilihan yang kita ambil harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, karena upah dosa adalah maut.
Roma 6:22-23
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Kita diberikan kebebasan untuk :
1. Kemampuan untuk memilih.
Kita telah ditebus oleh Dia yang tidak berdosa telah dijadikan dosa oleh karena kita, jangan sampai kebebasan kita membawa kita kembali terikat dan kembali kepada dosa dan kehidupan dosa yang membawa maut, segala sesuatu dalam kehidupan ini ada konsekuensinya.
Setiap keputusan kita harus meninggalkan maut, seharusnya dengan kebebasan kita berjalan dalam kehidupan yang kekal bersama dengan Tuhan. Tuhan mau kita semua dewasa dan kita semua sudah dewasa apa yang kita lihat, kita lakukan, Tuhan mau kita bangkit kembali!
Tuhan mengetahui segala sesuatu dalam kehidupan ini dan Tuhan tidak pernah berniat menciptakan manusia untuk ditempatkan di neraka, sebaliknya Tuhan menempatkan manusia di Taman Eden yang artinya adalah tempat hadirat Tuhan, tapi sejak manusia berdosa, keluar dari hadirat Tuhan, yang terjadi kekacauan, sakit-penyakit, maut.
Maka dari itu, kita ada di tempat ini saat ini, kita mau ada dalam hadirat Tuhan. Kebebasan kita jangan sampai membawa kepada kematian yang kekal, tapi harus kepada kehidupan yang kekal bersama Yesus.
2.Kebebasan untuk mengasihi Tuhan.
Tuhan sudah sangat mengasihi dan memberikan yang terbaik bagi kita, maka dari itu pakai kebebasan kita untuk mengasihi Tuhan, bukan untuk mengecewakan dan membuat Tuhan sedih.
Saat kematian menjemput, di situlah Tuhan tersenyum dan menyambut kita. Kehidupan kita hanya untuk menyenangkan hati Dia, bukan hanya melakukan kesenangan kita. Apakah yang kita lakukan hari hari ini membuat Tuhan tersenyum?
Tuhan selalu ada bersama dengan kita, Dia Maha Hadir, maka dari kita harus bersiap dan pakai pilihan kebebasan kita untuk menyenangkan hati-Nya, bukan mengecewakan-Nya.
Matius 22:37-39
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Dimulai dari kita, jangan sakiti orang, jangan kecewakan orang lain jika kita tidak mau diperlakukan sama.
Apakah kebebasan membuat keterikatan? Pikir dan pilih seharusnya kebebasan kita membawa kita kepada kehidupan yang kekal bukan pada kematian yang kekal.
Mari mulai saat ini setiap kita mau berubah untuk tidak mau lagi terikat dan tidak diperbudak lagi oleh dosa. Ada Tuhan yang membantu kita saat berjuang, jadi berikan hdiupmu untuk menyenangkan hati-Nya.
Kebebasan seorang Kristen adalah bebas dari dosa, bukan kembali lagi ke kehidupan yang lama yang berdosa, dan serahkan kebebasan kita di bawah kaki Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati