Masalah berat yang kita hadapi terkadang membuat kita merasa bahkan seperti mau mati saja rasanya. Itu sebabnya, kita harus tetap berjaga-jaga dengan berdoa, dan dekat dengan Tuhan. Itu jugalah yang Ia inginkan untuk kita lakukan.
Dalam proses kehidupan kita, masalah-masalah yang kita hadapi, kita harus mengubah pandangan kita. Kita melihat bahwa Tuhan tidak marah kepada Adam dan Hawa. Tuhan memang mengusir mereka dari Taman Eden agar tidak jatuh lebih dalam berdosa terhadap-Nya. Namun, ketika Tuhan mengusir mereka, Ia juga sudah menyiapkan semuanya. Dengan kata lain, meski mereka mengalami proses peremukan (brokenness), Tuhan masih berbaik hati dan tahu yang terbaik.
Bicara proses peremukan juga, kita tahu contoh yang paling luar biasa ialah Tuhan Yesus sendiri.
Matius 26 : 36 - 46
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya : Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa. Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku. Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya : Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus : Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku ? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah. Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya : Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu ! Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka : Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.
Mengapa ‘brokenness’ atau peremukan itu penting sekali dalam hidup kita ?
* Kita dimurnikan supaya semakin sesuai dengan kehendak Tuhan.
Getsemani adalah tempat pemerasan zaitun, yang artinya diperas agar menghasilkan minyak yang murni. Begitu juga dengan hidup kita yang “diperas” agar semakin murni. Ketika kita mengalami masa sulit, artinya kita sedang dimurnikan. Itu sebabnya, kita harus menjadi pribadi yang kuat, dan tidak lemah melalui cara pandang kita. Orang yang rohani selalu menyelesaikan dengan firman.
Yesus juga merasakan gentar pada malam sebelum Ia diserahkan untuk disalibkan. Tetapi, Yesus menyesuaikan dengan kehendak Bapa-Nya. Kesusahan dan kesulitan yang kita alami bertujuan agar kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Pegang, baca, dan lakukanlah firman Tuhan. Pandang wajah Tuhan melalui doa dan hadirat-Nya agar kita bisa terus menyesuaikan hidup kita berpadanan dengan kehendak Tuhan.
Ingat, orang benar yang bereaksi buruk itu lebih buruk daripada orang buruk yang bereaksi buruk.
* Kita diremukkan agar apa yang sesungguhnya ada di dalam isi hati kita diketahui.
Meskipun berat, tetapi kita harus terus bersukacita dalam penderitaan, permasalahan, pergumulan kita. Pengertian yang dari Tuhan itu jauh lebih penting daripada sekadar mencari pertolongan dengan terburu-buru. Sebab, ada hal-hal yang Tuhan sedang persiapkan untuk kita di tengah apa pun proses maupun keadaan hidup kita.
Mazmur 119 : 71
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Tuhan Yesus Memberkati