Murah hati artinya tidak pelit, tidak perhitungan, dan suka memberi. Sedangkan, menurut KBBI, kemurahan hati artinya kebaikan hati, sifat kasih dan sayang, atau dermawan.
Ketika penawaran yang datang adalah kesempatan untuk memberi, apakah kita akan mengambilnya ataukah melewatkan kesempatan itu? Mari, coba kita perhatikan kisah Lima Roti dan Dua Ikan di kitab Injil Yohanes 6.
Yohanes 6 : 5, 7, 9, 11
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus:"Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" … Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." … "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" … Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka, yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Anak di dalam Injil Yohanes 6 ini menunjukkan semangat untuk memberi. Semangat memberi dari anak ini timbul dari keputusan untuk mengambil kesempatan meletakkan apa yang ia miliki ke dalam tangan Tuhan. Anak ini meletakkannya ke tangan yang tepat. Sebab, sesungguhnya segala yang kita miliki adalah milik Tuhan.
Kita bukan memberi seberapa banyak yang kita punya kepada Tuhan, tetapi seberapa banyak yang Tuhan punya yang mau kita pegang untuk diri kita sendiri. Kemurahan hati juga bukan soal jumlah atau situasinya, tetapi lebih pada semangat memberinya.
Dari apa yang kita miliki, belajarlah untuk memberi. Belajar untuk menaruhnya di tangan Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan yang akan melipatgandakannya.
Saat kita memberi, kita akan memiliki kepuasan hati tersendiri. Selain itu, dapat meningkatkan rasa cinta kita kepada Tuhan, memurnikan hati kita, serta memperluas area-area di hidup kita. Ingat Matius 6 ayat 21.
Matius 6 : 21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Karena itu, latih hidup kita memberi, bahkan untuk orang-orang dengan status yang lebih tinggi daripada kita. Berilah yang terbaik kepada orang tersebut. Tantangan serta pertanyaannya bagi setiap kita sekarang ialah kalau bisa berbuat baik, kenapa tidak?
2 Korintus 9 : 11a
Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati.
2 Korintus 9 : 7
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan degnan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Bukankah Bapa di Surga juga adalah Tuhan yang murah hati? Karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk memberi. Dengan demikian, kita akan menjadi serupa dengan Bapa di Surga.
Tuhan Yesus Memberkati