GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

BERJUANG DALAM HIDUP DENGAN BERSUKACITA

Ev. Gina Dharmawan · Minggu, 25 November 2018

Ibadah Raya 1
Minggu, 25 November 2018
Pk. 07:00 WIB

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu" (Yeh. 36:26-28). Itulah yang Tuhan mau bagi kita.

Hari-hari ini Tuhan minta dari kita hati yang taat. Dia akan menggoncangkan zona nyaman (comfort zone) Anda. Kita harus menurut pada Tuhan, bukan pada kedagingan kita. Seberapa kita harus merespons pada ketaatan? Taat sepenuhnya dengan sikap nothing to lose (total)! "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan" (Flp. 1:21).

Memasuki November minggu keempat, orang-orang Amerika merayakan Thanksgiving (masa bersyukur) berdasar sejarah pada Musim Gugur tahun 1621 di Massachusetts atas perayaan perdana jamuan syukur masa tuaian (the Colonial Pilgrims 1621 Harvest Meal) yang mana pada tahun 1941 dideklarasikan sebagai hari Libur Nasional di Amerika untuk peringatan berkumpul keluarga & kerabat menjelang peringatan Natal. Namun, Thanksgiving bagi kita orang Indonesia, anak-anak Tuhan, tidak perlu menunggu November saja, tetapi harus ada tiap hari. "Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!" (Mzm. 103:22)

Memuji Tuhan dengan jiwa berarti bukan hanya lewat mulut, tapi juga segenap perasaan & pikiran, baik saat susah maupun senang, tetap memuji Tuhan. Kita bisa mensyukuri hidup dan memuji Tuhan dengan menuai jiwa. Itu pun berdasar empat jenis kelahiran dari pesan Gembala Sidang kita, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo:

• Kelahiran Pentakosta Ketiga, kita harus melakukan peperangan dengan all out, mengerahkan segalanya dalam hidup

• Kelahiran Baru bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus, kita harus menuai jiwa-jiwa. Orang-orang belum mengenal Yesus karena belum pernah bertemu orang Kristen dan bertobat, ataupun sudah bertemu dengan orang Kristen dan malah kecewa karena teladan yang tidak mencerminkan Kristus. Jadi milikilah sikap hidup benar

• Kelahiran Pasukan Gideon, prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa dan tidak memandang berkat saja

• Kelahiran Generasi Yeremia, sensus Indonesia menunjukkan data bonus demografi alias usia produktif

Kadang cara melihat kita berbeda dengan cara Tuhan melihat terhadap tuaian jiwa-jiwa di dekitar kita. Kalau kita belum menuai jiwa, mungkin kita belum menjangkau dan bergaul dengan mereka. Atau, kalau kita belum menuai jiwa, mungkin kita masih memiliki dan menunjukkan teladan hidup yang salah. 

Kita tidak akan bisa jadi pemenang dalam kehidupan jika tidak mengandalkan Tuhan. Sebab peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging, melainkan roh-roh jahat di udara. "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" (Ef. 6:12). Fokuslah juga pada kemenangan, bukan pada orang-orang lain. Fokuslah juga pada firman Tuhan, bukan hanya pada para pembicara firman. "Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya" (Mzm. 130:5). Anda harus memilih salah satu: Mau ada kemajuan atau alasan? Jika mau maju, tidak mau menerima alasan apa pun. Jika mau alasan, tidak akan mau maju-maju. Anda harus masuk peperangan dalam hidup ini dengan sukacita. 

Sukacita bukannya tidak ada hal-hal yang menyedihkan, melainkan adanya kehadiran Tuhan pada saat kita mengalami semua itu (lht. Mzm. 126:3-6). "Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita" (Yoh. 4:36). Sukacita (joy) itu berbeda dengan bahagia (happiness). Sukacita merupakan buah Roh, sedangkan bahagia bukanlah buah Roh. Sukacita pun berarti ucapan syukur (gratitude, thanksgiving), nilainya jauh lebih matang daripada bahagia. Bahagia itu tersenyum saat matahari bersinar. Sukacita ialah tetap menari, menyanyi meski di tengah hujan yang lebat.

Mari menuai jiwa dengan bersukacita. Sebab satu orang yang bertobat membuat seisi surga bersukacita! "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat" (Luk. 15:10). Mari berjuang dengan sekuat tenaga. Mari berjuang juga dengan bersukacita, terutama untuk menuai jiwa-jiwa. "Bersukacitalah senantiasa" (1 Tes. 5:16). 

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL