Di tengah tawaran dunia yang semakin masif ini, kita harus memiliki iman yang teguh hanya di dalam Yesus Kristus. Jangan kompromikan kebenaan, hanya karena semua orang melakukan !
Roma 12 : 2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Jangan kompromikan kebenaran !
Ungkapan “jangan kompromikian kebenaran” berarti tidak mengorbankan atau menawar prinsip, tidak mengorbankan moral, atau tidak mengorbankan fakta demi kenyamanan, demi penerimaan sosial, atau demi keuntungan sesaat.
Ini adalah penegasan untuk tetap teguh pada apa yang benar secara mutlak dan tidak mencampuradukkannya dengan kebohongan atau kesalahan.
Prinsip ini mecakup beberapa poin utama :
• Menolak standar ganda
• Memiliki integritas yang utuh
• Tidak menghalalkan segala cara
Roma 12 : 2 memperingatkan kita dengan tegas dan jelas agar kita sebagai orang percaya tidak serupa dengan dunia. Berarti dengan kata lain kita seharusnya tidak lagi mengikuti pola pikir, nilai-nilai dan gaya hidup orang yang belum mengenal Tuhan yang seringkali bertolak belakang dengan kebenaran firman Tuhan.
Bahaya dan akibat dari kompromi :
1. Kompromi membuat kita kehilangan kuasa rohani dan kesaksian hidup.
2. Kompromi menjauhkan kita dari persekutuan yang murni dengan Tuhan.
Teladan iman dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
Daniel 3 : 17 - 18
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.
• Mereka memiliki keyakinan mutlak (ayat 17)
• Mereka memiliki ketaatan mutlak (ayat 18)
Kesimpulan :
1. Kebenaran firman Tuhan tidak pernah berubah, meskipun dunia terus berubah.
2. Jangan korbankan intergritas dan iman hanya supaya dapat diterima dan disukai oleh manusia, bahkan oleh dunia.
3. Kebenaran bukan sekedar teori, melainkan tindakan nyata yang harus diekspresikan dalam perbuatan kita sehari-hari. Dan setiap kita dipanggil untuk mewujudkannya.
Tuhan Yesus Memberkati