Kita akan belajar tentang prinsip memaknai hidup, dimana ada 4 tahap yang dilalui, yaitu mengingini, memiliki, menikmati, dan menabur.
Mazmur 37 : 4 - 5
Dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.
Banyak orang hanya berfokus kepada mengingini dan memiliki sesuatu saja; tetapi banyak orang lupa bahwa sukacita terbesar adalah ketika kita dapat menikmati dan berbagi berkat Tuhan dengan orang lain.
Pengkotbah 6 : 2
Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya ! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.
Lalu apa yang seharusnya kita lakukan ? Yang Tuhan kehendaki adalah bukan hanya untuk kenikmatan sendiri namun harus "dibagikan" dengan orang lain. Mengapa ? Akan selalu ada masa untuk kita menabur.
Kejadian 8 : 22
Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.
Memang, dalam tahap menabur perlu pengorbanan, namun itu juga menjadi prinsip memaknai hidup.
Galatia 6 : 7 - 10
Jangan sesat ! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
1. Prinsip Kesejenisan - Benihmu adalah buahmu, apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai (Galatia 6 : 7).
Amsal 1 : 31
Maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.
2 Korintus 9 : 6
Camkanlah ini : Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
2. Prinsip Pelipatgandaan - Hati-hati dengan jumlah benihmu (Galatia 6 : 8).
Kita dapat menghitung berapa benih dalam satu buah apel, namun kita tidak dapat menghitung berapa apel dalam satu benih.
Amsal 22 : 8
Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa.
2 Korintus 9 : 10
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;.
3. Prinsip Penundaan - Hari ketika engkau menabur benih tidak sama ketika engkau memakan buahnya (Galatia 6 : 9). Kapan kita akan menuai ? Bagian Tuhan yang akan menentukannya; bagian kita adalah menabur.
Pengkotbah 3 : 1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
4. Prinsip Kesempatan - Pergunakan kesempatan ini sekalipun bukan kita yang menikmati tuaiannya (Galatia 6 : 10).
Mazmur 112 : 1 - 3
Haleluya ! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
Kelimpahan sejati berbanding lurus dengan taburan kita. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Amsal 11 : 25 - 26
Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
Tuhan Yesus Memberkati