Hari ini kita akan belajar firman Tuhan yang terdengar sederhana, namun sangat relevan dan penting bagi kita orang percaya. Khususnya, di masa yang tidak menentu seperti sekarang ini. Firman Tuhan akan menguatkan, memberikan semangat, dan meneguhkan hati kita untuk menghadapi hari depan.
Amsal 6 : 6 - 11
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak : biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring ? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu ? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Amsal 6 : 6 - 11 (BIMK)
Orang yang malas harus memperhatikan cara hidup semut dan belajar daripadanya. Semut tidak punya pemimpin, tidak punya penguasa atau pengawas, tetapi selama musim menuai mereka mengumpulkan bekal untuk musim paceklik. Sampai kapan si pemalas itu mau tidur ? Kapankah ia mau bangun ? Ia duduk berpangku tangan untuk beristirahat, dan ia berkata, “Ah, aku tidur sejenak, aku mengantuk.” Tetapi sementara ia tidur, ia ditimpa kekurangan dan kemiskinan yang datang seperti perampok bersenjata.
Apa yang dapat kita pelajari dari hewan semut ?
• Integritas
Amsal 6 : 6 - 8 (BIMK)
Orang yang malas harus memperhatikan cara hidup semut dan belajar daripadanya. Semut tidak punya pemimpin, tidak punya penguasa atau pengawas, tetapi selama musim menuai mereka mengumpulkan bekal untuk musim paceklik.
Allah menyampaikan perintah-Nya melalui Amsal agar hidup dalam tanggung jawab dan hikmat dari Tuhan, dan terus-menerus sampai usia lanjut, bertumbuh dalam karakter yang baik, dan sikap hati yang benar.
Integritas artinya tidak menunda-nunda waktu, melainkan menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Semut menjalani “tugas” mereka secara penuh tanggung jawab, bahkan saat tidak ada yang memerintah atau mengawasi. Integritas sendiri berarti melakukan apa yang kita katakan, hal yang benar, dan apa pun yang menjadi kewajiban kita, terutama terkait firman Tuhan, sekalipun tidak ada seorang pun yang melihat kita.
• Membangun kebiasaan yang baik
Amsal 6 : 9 - 10 (BIMK)
Sampai kapan si pemalas itu mau tidur ? Kapankah ia mau bangun ? Ia duduk berpangku tangan untuk beristirahat, dan ia berkata, “Ah, aku tidur sejenak, aku mengantuk.”
Milikilah kebiasaan-kebiasaan yang baik. Pemalas ialah orang yang terus-menerus menunda-nunda untuk mulai apa yang seharusnya dilakukan, serta tidak menyelesaikan apa yang telah dimulai, dan sering kali menolak atau menghindar dari jalan yang sulit. Bahkan, kemalasan dalam hal rohani adalah hal yang lebih menggoda daripada kemalasan dalam hal jasmani.
Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak malas. Bukannya tidak boleh untuk beristirahat, namun Tuhan tidak mau kita terjebak dalam kehidupan yang dijalani dengan berbagai hal keinginan daging, sehingga membuat kita tidak produktif. Tuhan rindu supaya kita sungguh-sungguh berusaha meneguhkan panggilan hidup kita.
• Konsekuensi
Amsal 6 : 11 (BIMK)
Tetapi sementara ia tidur, ia ditimpa kekurangan dan kemiskinan yang datang seperti perampok bersenjata.
Akan ada konsekuensi dari cara hidup yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Ada akibat dari kelalaian, terutama dari apa yang sebenarnya kita sadari.
Banyak orang kehilangan kesempatan yang baik oleh sebab memiliki kebiasaan hidup yang malas dan menunda-nunda, padahal Tuhan telah menyiapkan rancangan yang indah bagi kita. Karena itu, jangan menunda menaati Tuhan, bertobat, dan semakin mengenal Dia, sebab kepercayaan yang Ia berikan adalah anugerah yang tidak dapat kita ulang kembali.
Efesus 5 : 15 - 17
Karenaitu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Efesus 5 : 15 - 17 (BIMK)
Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak. Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu, karena masa ini adalah masa yang jahat. Jangan bodoh, tetapi selidikilah apa yang dikehendaki Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati