GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

BELAJAR DARI PENSIL

Leonardo Hermanto · Rabu, 02 Juni 2021

Doa Fajar
Rabu, 02 Juni 2021
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “BELAJAR DARI PENSIL” Leonardo Hermanto · Rabu, 02 Juni 2021 Unduh PDF

Anak-anak ketika belajar dalam era online di masa pandemi covid19 sudah semakin handal dengan menggunakan zoom, google meet, dll. Namun, anak-anak juga perlu belajar menulis dengan menggunakan pensil. 

Kita akan belajar dari pensil, sesuatu terlihat remeh dan sederhana. 

1. Dipegang dan diarahkan  oleh seseorang.

Pensil tidak dapat bergerak sendiri. Perlu orang yang mengangkat, memegang, menekan, dan mengarahkannya. 

Mazmur 37 : 23 Langkah orang-orang baik dibimbing oleh Tuhan. Ia senang dengan setiap langkah mereka." 

Tuhan menetapkan langkah kita, ini menunjukkan kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Ini merupakan sikap kerendahan hati terhadap otoritas untuk dapat diarahkan.

Miliki kerendahan hati untuk mau diatur dan diarahkan oleh otoritas. 

General George Washington, dengan mengenakan pakaian sipil berjalan dan melihat sejumlah tentara sedang bekerja keras membuat parit, sementara leader group tidak bekerja dan menolong. Lalu ia mendekati untuk bertanya mengapa tidak membantu dan menolong ? Group leader mengatakan bahwa ia pemimpinnya. Sementara ia turun membantu dan menolong anggotanya. Ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin juga dapat turun untuk menolong. George Washington mengajarkan bahwa bila kita memimpin maka kita harus bergerak bersama-sama.

2. Diproses itu perlu walau kadang menyakitkan.

Pensil setelah sering dipakai maka akan menjadi tumpul, untuk itu perlu diraut agar dapat dipakai kembali. 

Ibrani 12 : 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Saat kita bekerja atau melayani kita juga sedang dibentuk, mengalami gesekkan; hal ini merupakan sebuah proses. 

Ams 27 : 17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Mahatma Ghandi, pada suatu saat diminta  untuk menolong memberi nasihat kepada anak seorang ibu yang anaknya terlalu suka makanan manis-manis. Lalu beliau mengatakan bahwa untuk datang kembali 2 minggu mendatang. Ia tidak dapat memberikan nasihat pada hari itu. Lalu pada 2 minggu berikut, ibu dan anak tersebut datang kembali, lalu menerima nasihat untuk anaknya untuk jangan makan manis-manis. Alasan Mahatma Ghandi tidak memberikan nasihat pada awalnya, karena beliau juga suka makan manis-manis, maka meminta mereka datang kemudia, karena beliau juga belajar dari kasus anak tersebut untuk tidak makan manis-manis. 

Mahatma Gandhi dapat memberi nasihat. Karena sudah mengalami proses. 

3. Perbaiki kesalahan yang ada.

Mari perbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Dalam mengikut Tuhan, kita bisa saja jatuh dalam dosa namun kita dapat datang kepadaNya untuk minta pengampunanNya.

• Raja Daud menyadari dosa dengan Betsyeba.

• Rasul Petrus, sering melakukan tindakan arogannya juga mengecewakan Tuhan  Yesus. Namun

• You and Me, perlu mengalami pengampunan seperti itu dari Tuhan. 

Mazmur 103 : 8 Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Pengampunannya membebaskan.

1 Yohanes 1 : 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

4. Apa yang didalam kita lebih penting.

Apa yang ada didalam pensil itu lebih penting Dari luarnya (lapisan, cat). Manusia suka lupa dengan apa yang ada didalamnya karena lebih memperhatikan yang diluar. Seperti yang dialami oleh nabi Samuel saat diminta untuk mengurapi calon raja Israel didalam 1 Samuel 16 : 7b Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.

Saat berkuasa dan melakukan pelanggaran, raja Daud memiliki sikap hati yang benar, itu sangat penting, sehingga ia mau menemerima teguran nabi Nathan atas perbuatan dosanya, lalu bertobat. 

Ayat berikut merupakan respkn dari Raja Daud, Mazmur 51 : 10 - 11 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!  Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku !

Perlu datang kepada Tuhan, minta Ia mengampuni dan memulihkan hati dan jangan sampai Tuhan mengambil RohNya dalam kita. 

Belajarlah dari pensil yang sederhana ini. 

Take Home Mesage :

1. MILIKI KERENDAHAN HATI

Pensil mengajarkan dipegang, digerakkan, dan diarahkan. 

2. TETAP TAJAM MELALUI PROSES.

Masa pandemi juga merupakan sebuah proses dalam hal rohani. 

3. BELAJAR DARI KESALAHAN

Kesalahan biar membuat kita semakin dewasa 

4. BANGUN HAL-HAL YANG DI 'DALAM'KITA. 

Rangkuman oleh Pdt. Robertus Purwadi, SE SPd :

Hari ini kita belajar dari 4 pesan melalui pensil. Dimana kita akan mengalami pendewasaan iman melalui proses Sanctification. Mengerjakan anugrah keselamatan dari Tuhan  seperti proses pensil ini : 

1. MILIKI KERENDAHAN HATI

2. TETAP TAJAM MELALUI PROSES

3. BELAJAR DARI KESALAHAN

4. BANGUN HAL-HAL YANG DI 'DALAM KITA

Selain 4 hal itu, ingatlah bahwa tujuan pensil adalah untuk dipakai sampai habis. Setiap kita diingatkan harus mau dipakai oleh Tuhan sampai selesai. Seperti Tuhan Yesus menyelesaikan tugas Bapa. 

Yohanes 19 : 30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL