Mengapa iman Kristen selalu dikaitkan dengan jangkar ? Jangkar berfungsi utama untuk menambatkan kapal ke dasar perairan (laut, sungai, atau danau) agar posisi kapal tetap stabil dan tidak hanyut terbawa arus, angin, atau gelombang.
Dalam sejarah Kristen mula-mula, jangkar kapal merupakan simbol rahasia yang melambangkan harapan, keteguhan iman, dan keselamatan di dalam Yesus Kristus. Sebelum salib digunakan secara terbuka sebagai lambang utama kekristenan, umat Kristen abad pertama hingga ketiga menggunakan jangkar sebagai sandi tersembunyi untuk mengekspresikan iman mereka di tengah penganiayaan kekaisaran Romawi.
Faith is Christian's foundation hope is his anchor death is his harbor Christ is his captain, Heaven is his destination (Iman adalah landasan orang Kristen, pengharapan adalah sauhnya, kematian adalah pelabuhannya, Kristus adalah nakhodanya, Surga adalah tujuannya).
-Jeremy Tailor-
Kisah Para Rasul 4 : 11 - 12
Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan - yaitu kamu sendiri -, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
Iman dalam Yesus berfungsi sebagai pengikat jiwa manusia agar tetap teguh saat menghadapi "badai kehidupan". Ikut Yesus memang berat karena terkait dengan proses pembentukan karakter untuk menjadi serupa dengan gambar Kristus. Karena itu kita memerlukan jangkar pengharapan yang berakar pada karya Kristus.
Ibrani 6 : 19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.
Bagaimana kerja jangkar iman dalam hidup orang percaya ?
A. Iman membuat kita tertanam di dalam Yesus
Mazmur 112 : 6 - 8
Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
Iman membuat kita tertanam di dalam Yesus, karena melalui iman kita membangun hubungan yang hidup, pribadi, dan terus menerus dengan Kristus, sehingga seluruh kehidupan kita memperoleh sumber kekuatan, identitas, arah, dan pertumbuhan dari Dia. Dengan kata lain, iman bukan sekadar percaya bahwa Yesus ada, tetapi mempercayakan seluruh kehidupan kita kepada Yesus dan menjadikan Dia sebagai dasar kehidupan.
Ibrani 11 : 3
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
B. Iman mampu membuat kita mengendalikan emosi.
Mazmur 42 : 5
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku ? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku !
Iman membuat kita mampu mengendalikan emosi karena iman menolong kita melihat, menilai, dan merespons setiap situasi kehidupan berdasarkan kebenaran Firman Tuhan, bukan semata-mata berdasarkan perasaan atau keadaan yang sedang kita alami.
Artinya, iman tidak membuat kita kehilangan emosi, tetapi membuat kita tidak diperbudak oleh emosi. Kita tetap bisa marah, sedih, kecewa, takut, atau terluka. Namun, iman menolong kita agar emosi tersebut tidak mengambil alih kendali atas pikiran, perkataan, keputusan, dan tindakan kita.
Mazmur 71 : 14
Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;
C. Iman membawa harapan menuju kepastian.
Efesus 4 : 14
Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.
Iman membuat kita tetap memiliki kepastian di tengah ketidakpastian karena iman tidak bergantung pada apa yang sedang kita lihat, rasakan, atau alami, melainkan bergantung pada siapa Allah yang kita percayai dan seberapa teguh janji-Nya.
Kita mungkin tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok, tetapi kita mengenal Allah yang memegang hari esok. Inilah salah satu kekuatan iman Kristen: iman tidak selalu memberikan jawaban atas semua pertanyaan kehidupan, tetapi memberikan keyakinan bahwa hidup kita berada di dalam tangan Allah yang setia.
Yakobus 2 : 26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Pengharapan dalam iman adalah sebuah pilihan yang harus disengaja, terutama selama melewati masa kesukaran. Karena kita tahu kepada siapa bisa bersandar, pengharapan akan menstabilkan jiwamu untuk fokus pada masa depan, bukan pada situasi dan suasana hati tapi dalam suka maupun duka tetap percaya pada Allah.
Tuhan Yesus Memberkati