Sebagai orang percaya, kita tidak steril terhadap masalah dan pergumulan. Selama kita di dunia, hal itu akan menjadi bagian dalam hidup kita. Namun demikian, kita tidak perlu takut karena Tuhan ada di phak kita.
Keadaan dunia saat ini.
Kondisi dunia saat ini sungguh sangat mengkhawatirkan, dimana terjadi konflik antar bangsa (Ukraine-Rusia, Israel Gaza, USA-Iran dll), perang saudara (regional), dan masih banyak lagi. Hal ini berdampak sangat besar pada kehidupan manusia, yaitu ekonomi dunia tertekan, ketahanan energi dan pangan terancam, dan stabilitas politik dunia yang rawan bergejolak.
Moralitas dunia saat ini terus mengalami degradasi atau krisis moral. Hal ini terjadi akibat pesatnya arus teknologi dan media sosial, yang mengakibatkan semakin maraknya pelanggaran norma sosial, rohani, dan etika.
Keadaan masyarakat dunia saat ini.
Kondisi ekonomi dan politik global yang tidak baik ini - walaupun tidak berkaitan langsung - namun tidak bisa dipungkiri berdampak pada kesulitan ekonomi masyarakat, perusahaan banyak mengalami kebangkrutan, akhirnya terjadi PHK, dan lapangan pekerjaan sangat sulit didapat.
Ditambah krisis moralitas yang sedang terjadi, pastinya berdampak kepada kehidupan masyarakat, banyak perceraian terjadi, sex bebas, obat terlarang, gangguan jiwa dan tak sedikit yang bunuh diri.
Hal-hal di atas dialami juga oleh orang percaya, bahkan pelayan Tuhan.
Menghadapi realita kehidupan diakhir zaman ini, adakah kita orang percaya merasa pikiran kita diserang, sehingga putus asa, bahkan depresi, iman kita diguncang, sehingga semakin menjauh dari kebenaran ? Kita putus asa dengan rumah tangga kita (suami-istri), iman terguncang karena usaha kita yang harus tutup, tidak lagi percaya akan janji-Nya karena sulit mendapat pekerjaan, depresi atas keadaan kota dan negara kita, juga dengan berita-berita kejahatan atau kriminal yang luar biasa.
Iblis dan antek-anteknya bekerja ekstra untuk mencuri apa yang menjadi hak kita di dalam Tuhan, yaitu penggenapan janji-Nya (firman kebenaran) dan menggantikannya dengan kehendak iblis (kesalahan), kita orang percaya berjuang berperang melawannya, itulah peperangan rohani.
Apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan ?
1. Melawan musuh kita, yaitu iblis dan antek-anteknya, bukan manusia (baik diri sendiri, suami istri, anak, orangtua, atasan dll).
Jangan berdamai dan diam, tapi berjuang dan berperang. Jangan biarkan kita kalah dan menjadi korban, tapi kita harus jadi pemenangnya, bahkan lebih dari pemenang.
Efesus 6 : 12
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
2. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya dapat bertahan melawan iblis.
Efesus 6 : 13 - 18
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
3. Jangan takut, percaya bahwa kemenangan sudah Tuhan Yesus berikan atas kita.
Kita tidak perlu takut. Saat peperangan rohani melawan si iblis, bukan kita yang melawan dengan kekuatan kita, tapi Tuhan Yesus yang menjamin dan memberikan kemenangan kepada kita, karena Yesus telah menang, dan mendeklarasikan kemenangan kita atas kuasa dosa dan maut ketika mati dikayu salib.
1 Korintus 15 : 57
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kolose 2 : 15
Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.
4. Jaga pikiran dan hati kita.
Kita harus menjaga pikiran dan hati kita, karena pikiran dan hati kita adalah medan peperangan rohani. Iblis tahu benar bila pikiran dan hati kita sudah dia kuasai, dia bisa mengendalikan segala tindakan kita. Sebab perilaku atau tindakan manusia dipengaruhi oleh apa yang ada di dalam hati dan pikirannya.
1 Petrus 5 : 8
Sadarlah dan berjaga-jagalah ! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5. Bertobat dalam pola pikir.
Ketika hidup dan pola pikir kita benar, maka kita dapat membedakan mana kehendak Allah, yang baik dan sempurna dan mana kehendak Iblis. Karena peperangan rohani adalah pertempuran antara kehendak Allah dan kehendak iblis. Kita harus dapat membedakannya, jangan kita menjadi korban.
Roma 12 : 2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 8 : 31 & 37
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu ? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita ? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



