Banyak masalah muncul dalam suatu hubungan baik dalam keluarga maupun dalam kelompok sosial. Salah satu sebab masalah itu adalah adanya asumsi.
ASUMSI :
Dugaan yang diterima sebagai dasar; landasan berpikir karena dianggap BENAR.
Asumsi dikembangkan dari sikap curiga, ketidakpercayaan, penilaian yang keliru terhadap sesuatu sehingga muncul pikiran-pikiran negatif. Oleh sebab itu jangan berasumsi terhadap : Tuhan, diri sendiri, orang lain, dan situasi.
Contoh dari ASUMSI :
Saat Yesus berjalan di atas air
Markus 6 : 49 - 50
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat Dia, dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka : Tenanglah ! Aku ini, jangan takut !
Mengira adalah suatu asumi (menyangka hantu) sehingga murid-murid menjadi takut (hasil pikiran negatif).
Saul berasumsi bahwa jabatan raja akan jatuh kepada Daud.
1 Samuel 18 : 8
Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya : Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.
ASUMSI terjadi karena pikiran yang negatif dan hati yang sensitif, sehingga akhirnya membuahkan respon negatif atau mengakibatkan hal yang negatif terjadi.
Apa yang aku takutkan, itu yang terjadi padaku ...
Ayub 3 : 25 - 26
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpaku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketentraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.
Apa Yang Harus Kita Lakukan Supaya Kita Tidak Berasumsi ?
1. Jadilah Tenang
1 Petrus 4 : 7
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu, dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
2. Pikiran yang selaras dengan Kristus
Filipi 2 : 5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
3. Lambat berkata, banyak mendengar
Yakobus 1 : 19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
4. Belajar Berpikir Positif
Filipi 4 : 8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
5. Jangan mengambil keputusan bedasarkan asumsi
Ketika kita sedang memikirkan yang 'tidak-tidak', tanpa dasar, dan bukan suatu kebenaran maka jangan hendaknya kita mengambil suatu keputusan, apalagi untuk hal yang sangat penting.
Rangkuman
Pdm. Grace Suhadi :
Asumsi tanpa dasar kebenaran adalah suatu yang jahat, sebab akan merusak diri kita sendiri dan juga orang lain. Banyak hubungan yang rusak karena dimulai dari suatu asumsi. Ini adalah pola pikir yang dikembangkan oleh Si jahat yang membuat kita hilang kepercayaan terhadap sesuatu, atau seseorang.
Oleh karena itu jangan berasumsi sebelum mengetahui kebenaran supaya kita tidak menjadi seorang yang suka menghakimi sesama.
Tuhan Yesus Memberkati..