Sejumlah hal yang membawa dan menolong kita supaya berhasil dalam kehidupan ini, yaitu Leadership (kepemimpinan), Stewardship (mengelola karena semua yang kita miliki sesungguhnya bukanlah milik kita), serta Relationship (hubungan). Kali ini kita akan membahas salah satu faktor dari tiga hal tersebut, yakni hubungan atau relasi.
Jangan kita sekadar mengaitkan apa yang dinamakan keberhasilan itu dengan memiliki banyak uang atau materi, melainkan membawa sebuah hasil melalui setiap bidang yang Tuhan percayakan serta di manapun Ia menempatkan kita, serta adanya pergaulan atau hubungan yang baik. Kita perlu belajar menjalin, memiliki, dan membangun suatu hubungan, terutama dengan Tuhan. Sebab, tidak secara otomatis kita mengerti bagaimana cara membina hubungan yang benar.
Mazmur 1 : 1 - 3
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Ada akibat yang baik dari membangun jalinan, pergaulan maupun hubungan yang baik pula. Mari belajar tiga hal atau kata dalam ayat firman Tuhan di atas yang melambangkan jenis relasi yang kita perlukan dalam hidup ini :
• DUDUK
Posisi belajar, atau hubungan seperti sebagai seorang murid. Maulah rendah hati dan milikilah akses untuk dapat belajar dari orang-orang yang lebih baik, meski usia mereka masih muda daripada kita. Jangan bersikap dan merasa selalu sok tahu segalanya, ataupun malu serta sungkan bertanya. Sebab terkadang jawaban yang kita perlukan ialah melalui berani tampil ke depan dan mengatasi perasaan malu.
Amsal 1 : 5
Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.
Amsal 18 : 15
Orang berbudi selalu haus akan pengetahuan; orang bijaksana selalu ingin mendapat ajaran.
• BERJALAN
Posisi sepenanggungan, atau hubungan seperti pertemanan yang selevel, sama rata. Punyakah dan adakah sahabat-sahabat seperti itu, ataukah justru kita orang-orang yang kesepian ? Bukan hanya perlu mentor ataupun guru, tetapi juga orang-orang yang akan berjalan di samping dan sisi yang akan menajamkan, menguatkan, dan mendukung. Tanpa persahabatan di area yang sama, kita akan sulit mendalami sesuatu, jarang sukses, serta tidak sanggup bertahan atau berjalan lebih jauh. Sebab itu, memiliki sahabat atau komunitas itu tidaklah kalah pentingnya; asal janganlah salah pilih. Teman yang baik akan menerima kelemahan maupun kekurangan kita, namun sahabat yang baik akan menerima semua itu, sembari ingin mengembangkan potensi serta rindu melihat masa depan kita yang cerah.
1 Korintus 3 : 6
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Amsal 27 : 6
Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.
Amsal 27 : 17
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
• BERDIRI
Posisi yang mengajar dan mempengaruhi, atau hubungan seperti di mana kita menjadi teladan, berkat, serta memberi nilai-nilai yang baik. Sebenarnya banyak orang yang mampu melakukannya, namun hanya sedikit orang yang mau atau bersedia berada di posisi ini karena dan dengan berbagai alasan yang ada. Bersyukurlah untuk setiap kesempatan yang ada bagi kita guna berdiri, memikul beban tanggung jawab, dan hidup dalam integritas serta teladan.
Titus 2 : 6 - 8
Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.
1 Korintus 11 : 1
Ikutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus.
Kiranya kita dapat menjalin dan memiliki tiga jenis relasi tersebut di atas. Milikilah juga hubungan atau relasi yang intim dengan Roh Kudus yang akan senantiasa menuntun, menghibur, serta menopang kita sampai akhir hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati