GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

BAWALAH PERSEMBAHANMU KE DALAM RUMAH TUHAN - Pdp. Benny Lim - Onsite Mandarin 02 November ‘25

02 November 2025, Pk. 09:00 WIB

Membawa persembahan ke dalam rumah Tuhan mungkin sering kali masih disalahartikan oleh banyak orang. Banyak orang yang mengira memberi persembahan itu tujuannya hanya untuk gereja, dan bukannya kepada Tuhan. 

Namun, gereja sesungguhnya hanyalah sebuah komunitas yang dipercaya untuk mengelola ataupun menjadi pengelola persembahan jemaat kepada Tuhan.  

Matius 25 : 14 - 30
Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Kata ’bawalah’ (Maleakhi 3:10, Mazmur 96:8), dan ’berilah’ (Lukas 6:38) adalah suatu kata perintah.

Maleakhi 3 : 10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Mazmur 96 : 8
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

Lukas 6 : 38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Membawa dan mempersembahkan persembahan ke dalam rumah Tuhan bukan sedang bertaruh, tetapi suatu ketaatan sebagai orang percaya. Waktu memberi, seharusnyalah sikap hati kita seperti berikut ini:

1.    Memiliki sikap yang benar.

Markus 12 : 41 - 44
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Jadi, Tuhan lebih melihat sikap hati, bukan sekadar nilai besar atau kecilnya persembahan.

2.    Tujuan hanya kepada Tuhan bukan kepada manusia.
Jika tujuannya kepada manusia, kita sering kali akan mudah merasa kecewa. 

3.    Kerendahan hati.
Setelah memiliki sikap dan tujuan yang benar, maka kita juga harus memberi dengan kerendahan hati.

4.    Ucapan syukur.
Dengan ucapan syukur, berarti kita mengakui kedaulatan Tuhan yang memberikan kemurahan, kebaikan, dan anugerah, serta membukakan pintu-pintu berkat untuk kita.

5.    Ketulusan.
Ketulusan adalah kunci persembahan kita.

Memberi dapat melambangkan penyerahan sebagian dari apa yang dimiliki sebagai tanda pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah  atau sebagai ungkapan syukur, dan ibadah kepada Tuhan. Jika kita memberi persembahan dengan benar sesuai dengan kelima syarat di atas, akan ada dua janji Tuhan:

•    Ada janji kemenangan.  

Maleakhi 3 : 17 - 18
Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Orang yang memberi persembahan adalah orang-orang yang beribadah kepada Allah. 

•    Ada janji kebahagiaan.

Kisah Para Rasul 20 : 35
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Yesus mati karena Dia memberi nyawa-Nya untuk kebahagiaan kita.

Karena itu, mari kita kembalikan kepada Tuhan yang menjadi milik Tuhan, jangan mengambil milik Tuhan agar Ia memberkati dan membalas dengan melipatgandakan berkat-Nya kepada kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL