Yeremia. 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Harapan berarti yang di depan. Kita mengalami covid selama 3 tahun. Pengharapan bukanlah sebuah angan-angan tetapi pengharapan di dalam Kristus itu pasti.
Ibrani. 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
Jangkar diibaratkan adalah pengharapan yang dilemparkan ke laut masuk sampai ke dalam sekali dan tidak kelihatan apa-apa. Jangkar ada rantainya ibaratnya adalah iman makanya jangkar dan rantai adalah iman dan pengharapan.
Ibrani. 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Jika kita masih ada iman maka masih ada pengharapan. Makanya kita harus menjaga iman kita terhadap janji Tuhan. Karena ada masa tunggu. Kita semua masuk ke masa penantian.
Markus. 5:21-24
Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Tuhan tahu setiap masalah kita dapat diselesaikan-Nya. Penantian akan membentuk iman dan karakter kita.
Markus. 5:35-42
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum,"* yang berarti: /"Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Yesus lah yang sibuk dan repot menjaga iman dan pengharapan kita. Di dalam masa penantian kita tidak ditinggalkan sendirian. Selektiflah dengan apa yang Anda dengar.
Kenapa kita harus menunggu, karena kita tahu, bahwa:
1. Penantian akan membentuk iman dan karakter kita
2. Yesus lah yang sibuk dan repot menjaga iman dan pengharapan kita
3. Selektiflah dengan apa yang Anda dengar
Kita harus terus memegang iman kita jangan putus harapan.
Tuhan Yesus Memberkati