The world is full of fathers, but there are very few men worthy of being called daddy by their children. ( Frank Abagnale )
Di Amerika menurut survei banyak ayah tetapi banyak ayah yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya banyak anak yang terjerumus ke narkoba, sex bebas dan hal lain yang buruk.
Mazmur 127:3
Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah upah
Menjadi seorang ayah adalah suatu kehormatan, karena anak-anak adalah pusaka yang Tuhan percayakan kepada kita. Pusaka adalah sesuatu yang berharga dan dijaga. Perlu kita ketahui saat Tuhan titipkan pusakanya ia berikan talenta.
Matius 25: 14-15, 23
Sebab hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Sebagai seorang ayah kita diajarkan untuk menggali talenta anak-anak kita, Tuhan berikan talenta kepada setiap pusaka yaitu anak-anak kita. Tugas ayah memelihara sehingga masa depan mereka akan baik.
The future of our children is not ahead of them; it is within them. ( Dr. Myles Munroe)
Mazmur 127:4
Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
Anak adalah pusaka Tuhan yang dititipkan kepada kita. Tuhan pasti cukupkan semua kebutuhannya.
4 hal yang harus dilakukan (Father Provides) :
1. Source and Foundation ( Sumber dan Landasan )
Anak-anak seperti kertas putih kosong yang dapat diisi dengan apa pun. Tanamkan nilai-nilai yang Tuhan inginkan kepada anak-anak kita. Isilah dengan firman Tuhan.
Ulangan 6 : 6-9
Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Pertama kali yang harus diisi adalah firman Tuhan.
2. Good Modelling ( Model yang baik )
Jangan hanya berbicara tetapi juga harus dilakukan karena mereka melihat tindak tanduk kita. Baik atau buruk yang kita lakukan. Menjadi ayah bukan pilihan pada saat mempunyai anak, kita sebagai super hero anak kita. Berhati-hatilah dengan apa yang kita lakukan karena akan dicontoh.
Yohanes 5:19-20
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
Tantangan kita menjadi model yang baik. Mulai dari tindakan kecil didalam rumah, anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Kita harus pilih contoh yang baik bagi anak-anak kita dan pastikan mereka dapat mengerjakannya.
3. Guidance dan Affirmation ( Bimbingan dan Afirmasi)
Kita harus membangun komunikasi yang baik dengan mereka dalam segala hal. Biasakan para anak mau bercerita kepada kita.
Amsal 11: 14
Jikalau tidak ada pimpinan (guidance/ counsel), jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.
Mazmur 32: 8
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempu; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
Menjadi seorang ayah kita harus tanamkan visi kepada mereka, mengajar dan menuntun anak-anak kita dengan memberikan petunjuk. Selain memberikan petunjuk juga berikan afirmasi kepada mereka. Jangan sampai salah memberikan petunjuk dan usahakan mereka mengerti status mereka.
Tuhan Yesus memulai pelayan-Nya dengan dibaptis dan Allah memberikan afirmasinya.
Matius. 3:16-17
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."(TB)
4. Compassion and Protection (Kasih sayang dan Perlindungan)
Banyak ayah yang ditakuti dan berbicara ketika ada masalah tetapi harusnya tidak demikian.
Kita harus dapat memberikan kasih kepada anak-anak dan memberikan rasa aman yang melindungi. Kita belajar dari Bapa di surga yang memberikan anak-Nya yang tunggal sebagai bentuk kasihnya kepada kita. Jadilah ayah yang berdampak bagi anak-anak dalam kasih Tuhan.
Yohanes 3: 16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Mazmur 103: 3
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu.
Kita harus melatih diri menjadi ayah yang optimal.
To the world you may be just one person bto the world you may be just one person but to one person, you might be the worldut to one person, you might be the world. ( Leon. 7 Lee Ellis )
Happy Father's Day….
Tuhan Yesus Memberkati