GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

THE LIFESTYLE OF JESUS - Ev. Indri Pardede - Onsite II - III 30 November ‘25

30 November 2025, Pk. 09:00 WIB

Jika tujuan hidup kita dalam mengikut Tuhan Yesus, rajin beribadah, setia melayani, dan mengikuti persekutuan rohani hanya supaya menerima berkat, mujizat, dan hal-hal baik saja, maka sesungguhnya kita hanya menjadikan Dia sebagai “Santa Claus”.

Yesus saja tidak selalu mengalami hal-hal baik saja, melainkan mengalami penolakan, berbagai penderitaan, bahkan dihukum mati seolah-olah sebagai penjahat di kayu salib, sekalipun Dia adalah Tuhan Allah kita ! Tuhan Yesus telah mengerahkan segala-galanya, apakah kita tidak memberikan yang terbaik bagi-Nya ? Bagaimana gaya hidup kita akan sangat menentukan cara hidup dan masa depan kita.

Matius 14 : 22 - 33
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru : Itu hantu ! lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka : Tenanglah ! Aku ini, jangan takut ! Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia : Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air. Kata Yesus : Datanglah ! Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak : Tuhan, tolonglah aku ! Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata : Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang ? Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya : Sesungguhnya Engkau Anak Allah.

Yohanes 14 : 3 & 16
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada ... Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Tidak salah jika kita berusaha untuk memperoleh berkat, namun jangan hanya mencari Tuhan, beribadah, melayani supaya menerima berkat, mengalami mujizat, dan hal-hal baik saja. Ikutilah teladan gaya hidup Yesus. Teladan hidup Yesus ialah senantiasa terhubung dengan Allah Bapa. Jika kita terhubung dengan-Nya, maka kita akan mengetahui cara yang baik untuk menghadapi apa pun masalah dan pergumulan kita. 

Kesehatan, kekayaan, dan hal lahiriah lainnya bisa diambil oleh Iblis, namun tidak demikian dengan hubungan kita dengan Tuhan. Tidak ada jaminan di dunia ini, karena itu pilihlah yang terbaik, yaitu hubungan kita dengan Tuhan. 

Matius 14 : 20 - 21
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Apa pun yang baik dalam hidup kita, sesungguhnya semuanya berasal dari Allah, bukana karena kemampuan, kekuatan, atau kepintaran kita sendiri. Jangan lupa diri terhadap Allah seperti halnya Simson, seorang nazir Allah yang menganggap remeh perkenanan Tuhan.

Hakim-hakim 16 : 25
Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka : Panggillah Simson untuk melawak bagi kita. Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.

Hakim-hakim 15 : 15
Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.

Bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan, dengan tetap memiliki kasih yang mula-mula, terus bertumbuh di dalam Dia, dan senantiasa berkomunikasi dengan Dia setiap hari. Dengan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan kita pasti akan tampil berbeda, bersemangat, berinisiatif, dan berdampak.

Sebagai manusia wajar bila kita merasa kuatir, takut, dan gelisah, namun janganlah terus-menerus tinggal di dalam kuatir itu. Tinggallah di dalam Yesus, Sang Sumber damai sejahtera kita yang sejati. Ada ketenangan, sukacita, jalan keluar, dan kemerdekaan di dalam Dia. Dunia tidak memilikinya, dunia hanya bisa menghakimi, menilai, menuduh, tidak mengasihi, dan tidak mau mengampuni. 

Apa pun yang kita lakukan dan alami, datanglah kepada Dia di dalam hadirat-Nya, bukan mencari pertolongan manusia atau pendapat orang lain. 

Yohanes 9 : 1 - 3
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya : Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta ? Jawab Yesus : Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Berjalanlah di atas dasar iman dan kebenaran firman Tuhan, agar kita tidak tenggelam dalam berbagai permasalahan, pergumulan, dan pencobaan. 

Yesaya 32 : 17
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Yohanes 8 : 32
Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Jangan buka celah bagi Iblis. Mengapa perlu berjalan di atas dasar firman, sebab Iblis dapat masuk melalui empat celah, yaitu pikiran, hati, focus kita, dan keinginan

Apakah kita berjalan di atas firman ? Apakah kita menjadi pribadi yang hanya mau memuji dan memuliakan Tuhan jika semua baik-baik saja ? Ataukah kita bersedia memuji dan memuliakan Dia meskipun doa-doa kita belum dijawab, sekalipun masalah dan pergumulan kita belum usai, dan walaupun keadaan dan kondisi kita belum baik-baik saja ?

Iman tidak selalu memerlukan bukti ataupun fakta nyata yang dapat dilihat, melainkan lebih pada percaya penuh kepada Tuhan. Pola surga jauh berbeda daripada pola dunia. Sekalipun kita belum melihat dan mendapat jawaban, sekalipun masalah belum usai, atau tidak ada perubahan yang lebih baik, kita tetap percaya pada penyediaan surgawi dan penyertaan-Nya. Jika tanpa iman, kita akan kelelahan sendiri pada akhirnya.

Yohanes 20 : 25 & 29
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya : Kami telah melihat Tuhan ! Tetapi Tomas berkata kepada mereka : Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya ... Kata Yesus kepadanya : Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Kita diingatkan, jangan hanya “pandai beribadah” atau terlihat rohani, sedangkan hati kita begitu jahat dan manusia batin kita condong melakukan hal-hal yang tidak benar! Hati-hati, Iblis itu ada dan jerat Iblis itu nyata, karena itu milikilah hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus dan fokus pada-Nya. Tetaplah menjadi orang yang taat kepada Tuhan, apa pun yang terjadi, sebab Ia akan menggendong, mengangkat, menjamin, dan setia bertanggung jawab kepada mereka yang hidup taat kepada Dia, melakukan kehendak-Nya, dan senantiasa mengikuti teladan hidup Tuhan Yesus. Saat kita melakukan bagian kita, Ia akan mengerjakan bagian-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL