Setiap kita seharusnya terpanggil untuk melakukan apa yang benar, apalagi hari-hari ini kita sedang hidup di dunia yang “serba abu-abu”, di mana seringkali apa yang benar justru dianggap salah, dan sebaliknya yang salah dianggap benar.
Kita memerlukan sebuah discernment atau pengertian secara rohani, supaya kita mengetahui apa yang seharusnya kita lakukan, yaitu yang benar, terutama karena kita akan menuju masa depan kekekalan. Selain itu, kita perlu memiliki hati seorang murid yang mau belajar dan menjalani hidup dengan taat. Sayangnya, masih banyak orang Kristen yang tidak mau mendengar masukan yang benar, dan itulah yang menjadi tugas gereja untuk menyadarkan jemaat.
Pertumbuhan gereja yang sejati dan berdampak tidak hanya bergantung pada kualitas khotbah yang hebat atau musik yang keren semata-mata. Berdasarkan riset dari Bilangan Research Center :
• Ketika lebih dari 10% jemaat terlibat aktif dalam pemuridan, gereja memiliki tingkat pertumbuhan hingga 67,5%
• Jemaat yang hadir tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan sungguh-sungguh mau dibentuk melalui proses pemuridan dan selalu terhubung dengan Tuhan
Berkotbahlah saudara-saudara dengan tujuan ini, yaitu supaya manusia berhenti berbuat dosa dan datang memohon ampun kepada Kristus, supaya melalui Roh-Nya yang terpuji dan hidup mereka bisa diperbaharui, sehingga kemudian mereka bisa mencintai segala sesuatu yang kudus, seperti sekarang mereka mencintai segala sesuatu yang berdosa. (Charles H. Spurgeon)
Pengajaran yang benar
Maleakhi 2 : 6
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
Maleakhi 2 : 6 mencatat kriteria dari pengajar atau imam yang hidup dalam kebenaran :
• Menyampaikan pengajaran yang benar dan terbebas dari kecurangan.
• Hidup dalam damai sejahtera, kejujuran, dan mengikut Tuhan.
• Dampaknya akan sanggup membuat banyak orang berbalik dari kesalahan serta dosa.
Hidup benar di hadapan Allah dan tanggung jawab anugerah.
Kejadian 7 : 1
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh : Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.
Jangan sama seperti orang dunia, yang seringkali memilih memberontak terhadap kehendak Allah. Mereka menuruti apa yang mereka anggap benar dan keinginan mereka sendiri.
Keadilan dan kasih Allah.
Mata Tuhan melihat setiap dosa yang dilakukan oleh umat-Nya. Namun, mata yang sama juga penuh kasih, tidak membiarkan umat-Nya binasa begitu saja. Hadirat Allah akan menyertai orang-orang yang mau hidup benar. Jangan mau “dininabobokan” oleh dosa atau hidup dalam kesombongan rohani, apalagi mengandalkan hal-hal lahiriah seperti jabatan, materi, maupun popularitas - yang tidak akan membuat kita melakukan apa yang benar.
Anugerah dan tanggung jawab.
Anugerah bukan alasan untuk bersikap pasif. Anugerah Allah tidak pernah menghindarkan manusia dari tanggung jawab secara pribadi.
Barangsiapa yang diberi banyak, darinya juga akan dituntut banyak oleh Tuannya. Dan kekristenan bukanlah kehidupan yang gampangan. Sekalipun Tuhan telah menebus kita, kita masih memiliki tanggung jawab untuk terus menuju masa depan, tidak bisa lagi hidup seperti manusia lama, sebab kita telah menjadi ciptaan baru, dan akan ada pertanggungan jawab nanti.
Janganlah jadikan dunia sebagai patokan hidup kita, melainkan tetaplah memilih hidup benar, meskipun dunia mungkin menentangnya. Dan jangan cuma terlihat secara rohani dari luar saja atau merasa sudah lama melayani dan menjadi orang Kristen, melainkan sungguh-sungguh memiliki hati yang benar di hadapan Tuhan, mau dimuridkan, dan melakukan apa yang benar.
Markus 10 : 21 - 23
Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya : Hanya satu lagi kekuranganmu : pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku. Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka : Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Yesus memandang orang muda yang kaya tersebut dengan kasih, dan berkata bahwa ia masih memiliki satu kekurangan, yaitu untuk menjual apa yang dimilikinya, membagikannya kepada orang miskin untuk beroleh harta di surga, lalu datang dan mengikut Yesus, tetapi ia tidak mau.
Mendengar perkataan-Nya, orang yang kaya tersebut menjadi kecewa, dan pergi dengan sedih karena ia memiliki banyak sekali harta. Lalu, Yesus memandang murid-murid-Nya, dan mengatakan bahwa betapa sukarnya orang yang beruang atau orang bergantung pada kekayaan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Wahyu 22 : 11 - 12
Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya ! Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
Pada akhir zaman, setiap orang percaya dipanggil untuk mempertahankan iman dan kehidupan rohaninya. Dan Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia datang segera dengan membawa upah-Nya untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Tinggikanlah nama Tuhan Yesus senantiasa.
Tuhan Yesus Memberkati