Rangkuman Ibadah Raya ON SITE GBI PRJ Mandarin Service (CK7)
Minggu, 15 September 2024, Pk. 09.00 WIB
YESUS SANG ROTI HIDUP
Pdt. Imanuel Kristo
Yohanes. 6 : 51 - 58
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
Setiap orang kiranya mau mendengar firman Tuhan dan melakukannya. Banyak orang maupun murid-murid Tuhan tidak mengerti apa yang Tuhan katakan. Terkadang Yesus merombak kebiasaan-kebiasaan sehingga sulit dimengerti dan menganggap itu terlalu keras dan tidak mengenakkan. Akan lebih sulit lagi jika menyangkut penilaian atau sesuatu yang perlu dikoreksi. Ada banyak perkataan Yesus yang menegur dan mengkoreksi diri kita. Pengajaran Yesus lah yang membuat orang Yahudi bersunggut-sunggut dan marah karena salah memahami apa yang Yesus sampaikan. Yesus dikatakan adalah roti hidup dan yang menikmatinya tidak akan mati. Hal ini memang sulit dipahami dan dimengerti. Cukup lama pemikiran ini terjadi sehingga dikatakan murid-murid adalah orang bar-bar dan kanibal karena memakan daging manusia dan darah manusia. Oleh karena itu jangan menangkap perkataan Yesus secara harafiah begitu juga ketika membaca firman Tuhan. Jangan menangkap perkataan Yesus secara ungkapan metaforis. Tetapi berbeda dengan perkataan Yesus di dalam ayat tersebut. Makan daging dan darah Yesus berarti kita dipersekutukan dan disatukan dengan Kristus secara utuh. Oleh karena itu kita menjadi hidup karenanya. Persekutuan kekal kita bersama Kristus akan membuat kita tetap hidup yaitu supaya kita mengisi jiwa dan pikiran kita dengan kehidupan Yesus. Penuhi dan perbaharui hidup kita dengan hidup diri Yesus. Sehingga hidup kita bermakna bagi sesama seperti Kristus yang memberikan hidup buat lingkungan kita.
Kita ada dan hidup sampai hari ini karena penyertyaan Tuhan. Berjalanlah selalu bersama Sang roti kehidupan sehingga kita selalu ada pengharapan walaupun dalam pergumulan-pergumulan. Kesedihan hanyalah sepenggal kecil dibandingkan dengan sukacita yang kita dapatkan dari Tuhan. Jadilah optimis dan tetap menjadi berkat buat sesama. Amin…
Tuhan Yesus Memberkati