Kita harus belajar dari kesalahan tetapi sampai sekarang kita tetap masih melakukan kesalahan. Oleh karena itu belajar dari kesalahan adalah sangat penting sehingga kita tidak melakukan kesalahan lagi yang sama dan semakin lebih baik lagi. Permasalahan utama adalah TIDAK belajar dari sebuah kesalahan
1 Korintus. 10:1-13
Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria." Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Paulus berbicara mengenai bahwa Israel sebagai suatu peringatan dan kita jangan sampai mengulangi kesalahan nenek moyang Israel. Tetapi hidup kita harus memuaskan Tuhan.
Amsal 3:5-6
berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala jalanmu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Kita adalah umat yang diselamatkan Tuhan sama dengan Israel diselamatkan dari Mesir. Kita dulu adalah budak dosa sama dengan Israel juga budak Mesir. Kita harus percaya dengan segenap hati. Jangan merasa pintar dan menggunakan pengertian sendiri sehingga menjadi sombong tetapi harus bersandar kepada Tuhan. Kita harus mengakui Tuhan sehingga kita dapat berjalan di jalannya Tuhan.
Yeremia 29:11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”
Kita jangan hidup di dalam rancangan diri sendiri tetapi di dalam rancangan Tuhan karena rancangan Tuhan yaitu damai sejahtera dan lebih tinggi dari rancangan dan jalan kita. Jika jalan kita yang paling tinggi maka Tuhan tidak mengatakan Akulah adalah jalan. Mulai sekarang katakan kita mau jalan di jalan Tuhan dan bersandar kepada Tuhan maka kita mempunyai jalan. Kita akan hidup dalam damai sejahtera.
Hidupnya anak –anak imam Eli
1 Samuel 2:12
Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN
1 Samuel 2:13
ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging itu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga ditangannya
Kita harus introspeksi apakah kita mengenal dan melayani Tuhan.
1 Samuel 2:14
dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo.
Kesalahan kedua anak imam Eli melayani untuk diri sendiri.
1 Samuel 4:4
Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
1 Samuel 4:11
Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Kita belajar kesalahan dari imam Eli dan kedua anak-anaknya.
Hidupnya anak –anak nabi Samuel
1 Samuel 8:2
Nama anaknya yang sulung ialah Yoel, dan nama anaknya yang kedua ialah Abia; keduanya menjadi hakim di Bersyeba.
1 Samuel 8:3
Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.
Samuel sudah melihat kesalahan imam Eli dan anak-anaknya tetapi kenapa anak-anaknya juga melakukan kesalahan yang sama karena Samuel tidak belajar dari kesalahan akibatnya Israel menolak Tuhan jadi Raja.
Filipi 1:6
“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”
Kita harus sungguh-sungguh percaya kalau Tuhan sudah menyelamatkan kita dan jadikanlah Tuhan sebagai Raja. Jika Tuhan sudah memulai pekerjaan yang baik maka akan meneruskannya. Belajarlah dari kesalahan dengan menjadikan Tuhan paling utama dalam hidup kita dan tidak melakukan kesalahan terus menerus. Amin…
Tuhan Yesus Memberkati