GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

KETAATAN SEJATI - Pdt. Indarwanto Tarigan - Onsite Mandarin 28 September ‘25

28 September 2025, Pk. 09:00 WIB

1 Yohanes 2 : 1 - 6
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata : Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Definisi ketaatan 
Ketaatan secara Teologis didefinisikan sebagai respon iman yang aktif kepada otoritas dan kehendak Allah yang telah dinyatakan oleh kasih karunia-Nya dan dimotivasi oleh kasih atau cinta kita kepada Tuhan.

• KUNCI KETAATAN SEJATI :
1. Jangan berbuat dosa (ayat 1)
Pengantara (Yunani : Paraklētos). Artinya adalah seseorang yang dipanggil untuk datang membantu, seorang penasihat, pembela di pengadilan. 

Yesus adalah Pengantara atau Pembela kita di hadapan Bapa. Ketika kita jatuh, Iblis (yang adalah pendakwa - Wahyu 12 : 10) menuduh kita. Yesus membela kita !

Dosa adalah penghalang ketaatan. 

Pendamaian (Yunani : Hilasmos). Ini merujuk pada korban yang menghapus murka Allah dan mendamaikan manusia dengan Allah. 

Yesus adalah korban pendamaian yang sempurna dan sekali untuk selamanya (Ibrani 10 : 12).

Cakupan pendamaian-Nya : "untuk segala dosa kita" - tidak ada dosa yang terlalu besar untuk tidak diampuni oleh karya Kristus. "Untuk dosa seluruh dunia”.

Jangan takut datang kepada Yesus untuk mengaku dan menyelesaikan dosa-dosa kita. Itulah ketaatan yang sejati. 

2. Mengenal Allah (ayat 3-4)
"Mengenal" (Yunani : ginōskō) di sini bukan sekadar pengetahuan intelektual, tetapi pengetahuan yang intim, relational, dan personal. Ini seperti mengenal seorang sahabat dekat atau pasangan.

Tanda dari pengenalan yang intim ini adalah ketaatan. Ketaatan adalah buah alami dari hubungan yang benar dengan Allah. Yohanes sangat tegas : Pengakuan tanpa ketaatan adalah kebohongan.

Buah ketaatan sejati :
• Kasih-Nya sempurna dalam hidup kita (ayat 5).
Ketaatan adalah bukti bahwa kasih Allah telah "disempurnakan" (Yunani : teleioō) atau "digenapi/dibawa kepada tujuannya" di dalam hidup kita. 

Kasih Allah yang kita terima mencapai tujuannya ketika kita mencerminkan kasih itu dalam ketaatan.

3. Memiliki pola hidup seperti Kristus (ayat 6)
Ini adalah puncaknya. Klaim kita ("aku ada di dalam Dia") membawa kewajiban (opheilō - berhutang, wajib) untuk meneladani kehidupan Kristus.

Ini bukan tentang kesempurnaan tanpa cacat, tetapi tentang pola hidup, sikap hati, dan karakter yang semakin serupa dengan Kristus. Ada belas kasihan, kerendahan hati, ketaatan kepada Bapa, pengorbanan dan kekudusan dalam hidup kita.

Take home messages :
• Dosa adalah penghalang untuk mendapatkan ketaatan sejati.

• Mengenal Allah adalah kunci utama menghasilkan buah ketaatan sejati kepada Tuhan.

• Ketaatan adalah bukti bahwa kasih Allah telah sempurna, digenapi dan dibawa kepada tujuannya di dalam hidup kita. 

Tuhan Yesus Memberkati

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL