Kita mengetahui kalau Tuhan mempunyai hati yang berbelas kasihan kepada kita.
1 Samuel 16 : 7Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Tuhan melihat seluruh isi hati kita. Jangan memakai pandangan diri sendiri untuk melihat diri kita tetapi pakailah pandangan Tuhan. Hati benar manusianya benar. Hati benar urusan benar. Kita semua adalah kesayangan Tuhan jadi kita tidak jadi marah-marah.
Amsal 23 : 26Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
Hati kita harus diberikan kepada Tuhan jangan kepada dunia sehingga mata kita senang dengan jalan Tuhan dan dipimpin Tuhan.
Bagaimana mengetahui kalau hati seseorang benar?
• Matius 12 : 33
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
• Perkataan yang keluar dari mulutnya
Matius 15 : 18
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
• Respon kita
Yohanes 12 : 4 - 6Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
• Pilihan kita
Matius 18 : 23 - 30Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Apakah memilih untuk mengucap syukur dan memberkati sesama?
Tuhan Yesus Memberkati