GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

KUNCI UNTUK MENERIMA JANJI TUHAN - Ibu Sari Simorangkir - Onsite I - III 28 Juli '24

28 Juli 2024, Pk. 07:00 WIB

Dalam kitab 1 Samuel 14, kita dapat membaca tentang Yonatan, dan kita akan belajar bagaimana caranya memperoleh penggenapan janji-janji Tuhan melaluinya.

1 Samuel 14 : 1 - 15
Pada suatu hari Yonatan bin Saul berkata kepada bujang pembawa senjatanya : Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang Filistin yang di sebelah sana. Tetapi tidak diberitahukannya hal itu kepada ayahnya. Adapun Saul duduk di ujung Gibea di bawah pohon delima yang di Migron. Dan rakyat yang ada bersama-sama dengan dia itu, kira-kira enam ratus orang banyaknya. Ahia, anak Ahitub, saudara Ikabod, anak Pinehas, anak Eli, imam Tuhan di Silo, dialah yang memakai baju efod pada waktu itu. Tetapi rakyat tidak tahu tentang perginya Yonatan itu. Di antara pelintasan-pelintasan bukit, yang dicoba Yonatan menyeberanginya ke arah pasukan pengawal orang Filistin, ada ujung bukit batu di sebelah sini dan ada ujung bukit batu di sebelah sana: yang satu bernama Bozes, yang lain bernama Sene. Ujung yang satu berdiri di sebelah utara di tentangan Mikhmas, yang lain di sebelah selatan di tentangan Geba. Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu : Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin Tuhan  akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang. Lalu jawab pembawa senjatanya itu kepadanya : Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat. Kata Yonatan : Perhatikan, kita menyeberang ke dekat orang-orang itu dan memperlihatkan diri kepada mereka. Apabila kata mereka kepada kita begini : Berhentilah, sampai kami datang padamu, maka kita tinggal berdiri di tempat kita dan tidak naik mendapatkan mereka, tetapi apabila kata mereka begini : Naiklah ke mari, maka kita akan naik, sebab kalau demikian Tuhan  telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya bagi kita. Ketika mereka keduanya memperlihatkan diri kepada pasukan pengawal orang Filistin, berkatalah orang Filistin itu : Lihat, orang-orang Ibrani keluar dari lobang-lobang tempat mereka bersembunyi. Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya : Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu. Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya : Naiklah mengikuti aku, sebab Tuhan telah menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel. Maka naiklah Yonatan merangkak ke atas, dengan diikuti oleh pembawa senjatanya. Orang-orang itu tewas terparang oleh Yonatan, sedang pembawa senjatanya membunuh mereka dari belakangnya. Kekalahan yang pertama ini, yang ditimbulkan Yonatan dan pembawa senjatanya itu, besarnya kira-kira dua puluh orang dalam jarak kira-kira setengah alur dari sepembajakan ladang. Lalu timbullah kegentaran di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah-penjarah itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.

Kisah ini menceritakan tentang Yonatan yang dalam persembunyian dari ayahnya, Saul. Dan pada pasal sebelumnya, juga diceritakan bahwa Israel sedang dalam keadaan yang terjepit. Apa yang dilakukan oleh Yonatan untuk menerima janji Tuhan :

1. Bertindak dan melangkah
Yonatan melangkah dengan cara keluar dari tempat persembunyiannya. Yonatan bangkit dari segala ketakutannya, dan posisinya yang terjepit. Yonatan bertindak menghadapi pasukan Filistin. 

Seringkali dalam kehidupan kita, kita hanya lari dari masalah, dan tidak mau keluar dari zona nyaman untuk menyelesaikan masalah kita. Banyak hal di sekitar kita yang mempengaruhi kita untuk menjadi takut. Kita harus mengambil sikap untuk berperang terhadap kondisi-kondisi yang membuat kita takut. Melangkah, dan ambil bagian untuk bergerak dalam iman, serta mengubah hidup kita. 

2. Memiliki iman personal
Iman secara personal adalah iman yang sungguh-sungguh terhadap Tuhan. Iman ini membuat Yonatan berani melangkah. Iman yang personal membuat kita menjadi pribadi yang teguh di dalam Tuhan. Iman ini dibentuk melalui doa, pujian, dan penyembahan kita. 

Kadang kita harus berperang sendirian, dan melalui iman personal, kita dimampukan untuk percaya bahwa Tuhan menyertai. Tinggal bagian kita melangkah untuk meraih kemenangan tersebut. Iman personal membawa Yonatan mengambil langkah yang tepat dan berkemenangan. 

Ciri-ciri orang yang memiliki iman personal adalah selalu minta petunjuk dari Tuhan. Jadi, tidak semau-maunya sendiri. Tidak melangkah buru-buru, tetapi melibatkan Dia dalam pengambilan keputusannya. Yonatan percaya bahwa ketika ia melangkah, Tuhanlah yang akan memberikan kemenangan. Yonatan teguh percaya akan kuasa serta kedaulatan Allahnya. 

Yosua 21 : 43 - 45
Jadi seluruh negeri itu diberikan Tuhan kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana. Dan Tuhan  mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak ada seorangpun dari semua musuhnya yang tahan berdiri menghadapi mereka; semua musuhnya diserahkan Tuhan  kepada mereka. Dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.

Yonatan memegang janji Tuhan yang tertulis di dalam kitab Yosua, dan melalui imannya, Yonatan mengalami kemenangan. Karena itu, milikilah iman personal yang kuat, dan berani menghadapi musuh. Berani menghadapi musuh adalah tanda kedewasaan rohani, dan berarti firman tersebut berakar kuat dan menghasilkan buah dalam kehidupan kita. 

3. Setia
Yonatan adalah orang yang setia. Karakter kesetiaan adalah karakter yang tepat dalam menggambarkan Yonatan. Yonatan mengikat perjanjian dan memberikan barang-barangnya kepada Daud.

Kemudian, ketika Yonatan bertemu dengan Daud, rohnya terhubung, karena mereka sama-sama memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan yang erat. Yonatan memilki kesetiaan. Ciri-ciri orang yang memiliki kesetiaan adalah ia selalu memilih kebenaran walaupun situasinya tidak menguntungkan. Di tengah kesulitan, Yonatan tetap memilih apa yang benar. Dan kebenaran dapat ditemukan lewat firman Tuhan. 

Seseorang yang setia juga akan memiliki kebaikan dan kelemahlembutan hati. Yonatan sewaktu kejadian saat Saul ingin membunuh Daud, mengatakan hal-hal yang baik, serta menasihati Saul secara lemah lembut. Orang yang setia juga pasti mau memiliki kerendahan hati. Yonatan tahu persis bahwa Daud akan menggantikan Saul sebagai raja, namun Yonatan tidak memaksakan kehendak dirinya sendiri.

2 Samuel 9 : 7 - 10
Kemudian berkatalah Daud kepadanya : Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku. Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata : Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku ? Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya : Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu. Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku. Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba.

Pada akhirnya, ketika Daud menjadi raja, Daud menunjukkan kesetiaannya kepada Yonatan melalui Mefiboset, keturunan Yonatan. Ada janji-janji Tuhan yang digenapi bagi orang-orang yang melangkah dalam rasa percaya, serta tetap menjaga dan mempunyai hubungan yang intim dengan-Nya maupun iman yang personal.

Efesus 3 : 20
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL