GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

MEMBANGUN HUBUNGAN KELUARGA - Pdp. Charlie Jeremiah - Onsite Mandarin 23 Maret ‘25

23 Maret 2025, Pk. 09:00 WIB

Kenapa kita perlu membangun hubungan dengan keluarga? Karena Tuhan punya rencana untuk keluarga kita. Bagaimana cara kita membangun hubungan dengan keluarga?

Yakobus 3 : 13 – 18
Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Firman Tuhan di kitab Yakobus di atas memberikan petunjuk bagi kita dalam membangun hubungan dengan orang lain. Ada hal-hal praktis yang dapat kita praktekkan dalam kita membangun hubungan:

1.    Menjaga Integritas dalam hubungan

Efesus 4 : 25
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

Amsal 2 : 7
Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

Integritas berbicara tentang kejujuran, yaitu apa yang kita katakan sama dengan apa yang kita lakukan. Lawannya kemunafikan. Kejujuran sangat perlu dalam membangun hubungan oleh karena itu katakan yang benar. Jangan berbohong karena Tuhan tahu hati kita. Tidak seperti kata dunia yang bahwa jika kita terlalu jujur, orang lain akan memanfaatkan kita, ingatlah bahwa pertolongan kita datangnya dari Tuhan.
No Truth = No Trust = No Relationship.

2.    Pembawa Damai

Amsal 20 : 3
Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Untuk menjadi pembawa damai, haruslah dimulai dari diri kita sendiri. Jangan menuntut orang untuk menjadi pembawa damai. Kita harus menjaga emosi kita sehingga tidak melakukan hal yang bodoh. Segera minta maaf dan ampun jika sudah melakukan kesalahan.

2 Korintus 10 : 12
Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!

Jangan suka membandingkan orang di dalam keluarga supaya kita jangan menjadi orang bodoh dan menghindari dari keributan dalam keluarga. Terimalah apa adanya. Menjadi pembawa damai itu tidak mudah, karena harus dibangun seiring dengan perjalanan membangun hubungan. Maka dari itu, kita perlu Roh Kudus untuk terus menjadi pembawa damai (salah satu buah Roh).

Anger doesn’t solve anything but it can destroy everything.


3.    Memberi perhatian kepada orang lain

Filipi 4 : 5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Roma 15 : 1 – 2
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

Kita jangan egois (mementingkan diri sendiri) tetapi harus memperhatikan orang lain. Sebelum kita memberi perhatian kepada orang lain, kita perlu membangun hubungan dengan Tuhan terlebih dahulu. Karena hanya dengan terlebih dahulu mengalami kasih Tuhan, kita dapat mengasihi dan memberikan perhatian kepada orang lain. Kita perlu tahu latar belakang seseorang kenapa berlaku seperti itu dengan memberi perhatian kepadanya.
Kindness is caring for others, even when they may not care for you

4.    Menjadi pendengar yang baik

Amsal 18 : 15
Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Yakobus 1 : 19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Orang yang egois tidak akan menjadi seorang pendengar yang baik. Untuk menjadi pendengar yang baik, kita tidak boleh mementingkan diri sendiri. Seperti pelayanan Yesus saat Dia ada di bumi ini yang banyak melayani dengan sabar orang-orang yang belum tentu dapat dikatakan orang “kudus”, seperti itulah kita perlu dengan sabar menjadi pendengar yang baik saat kita membangun hubungan dengan orang lain. Jangan sampai keluarga kita mencari orang salah untuk mendengarkan mereka.

Listening is often the only thing needed to help someone

Matius 9 : 37
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ”Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Dari jaman dahulu, Tuhan Yesus telah menekankan bahwa tuaian banyak, tetapi penuai yang sedikit. Mari kita menjadi penuai-Nya yang tidak mementingkan diri sendiri dan iri hati untuk keluarga kita yang belum mengenal Tuhan. Amin….

Tuhan Yesus Memberkati.

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL